![]() |
| DGL Learning Institute menggelar Pelatihan Budidaya Tanaman Kakao di Bengkulu Utara pada Sabtu–Senin (15–17/08/2026). |
GENKEBUN.COM - DGL Learning Institute menggelar pelatihan budidaya kakao bagi pekebun di Kabupaten Bengkulu Utara pada 15–17 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan pekebun dalam menerapkan praktik budidaya kakao yang baik.
Pelatihan mencakup Good Agriculture Practices (GAP) kakao, mulai dari pemilihan lokasi dan persiapan lahan hingga pemilihan bibit, klon unggul, teknik perbanyakan tanaman, jarak tanam, serta pemeliharaan.
Beberapa materi utama yang diberikan kepada peserta meliputi:
- Pemilihan bibit dan klon unggul kakao.
- Teknik perbanyakan, jarak tanam, dan pemeliharaan tanaman.
- Pemangkasan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.
- Teknik panen, fermentasi, dan pengeringan biji kakao.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Masdelianto, Kepala Bidang Penyuluhan Kusno, serta Analis Penyuluhan Materi Ahli Muda Asa Uli Rejeki.
Materi teknis disampaikan Dr. Hamdan, SP., M.Si, Analis Standardisasi Ahli Muda Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian.
Dalam materi budidaya, peserta dikenalkan dengan sejumlah klon unggul yang memiliki karakter produktivitas maupun ketahanan terhadap sejumlah penyakit.
Klon yang dibahas meliputi ICCRI 09, MCC 02, BB1, ISC 1, SCC 11 dan ICCRI 08H sebagai bagian dari materi teknis pelatihan.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, pemangkasan produksi, serta pemupukan berimbang.
Pengendalian hama dan penyakit turut menjadi materi penting, khususnya Penggerek Buah Kakao (PBK), busuk buah Phytophthora, Vascular Streak Dieback (VSD), dan kepik penghisap buah.
Materi pelatihan tidak hanya membahas budidaya, tetapi juga mencakup teknik panen dan pascapanen untuk menjaga mutu biji kakao.
Tahapan tersebut meliputi kriteria buah matang, teknik pemetikan, pemecahan buah, fermentasi selama 4–5 hari, hingga pengeringan biji.
Pengeringan biji dilakukan dengan target kadar air 6–7 persen, sebagai bagian dari materi penanganan hasil setelah panen.
Melalui pelatihan tersebut, DGL Learning Institute bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara mendorong penerapan pengetahuan secara konsisten di kebun.(*)

Social Footer