![]() |
| Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit diikuti 55 pekebun dari Kabupaten Bengkulu Utara dan Seluma. |
GENKEBUN.COM - Sebanyak 55 pekebun Bengkulu mengikuti pelatihan teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026.
Peserta terdiri dari 27 pekebun Kabupaten Bengkulu Utara dan 28 pekebun Kabupaten Seluma yang mengikuti pelatihan dari DGL Learning Institute.
Salah satu narasumber, Afan Ray Mahardika, menjelaskan praktik lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena peserta dapat mencoba tahapan pemetaan secara langsung.
Peserta tidak hanya belajar konsep pemetaan di kelas. Setelah memahami dasarnya, mereka langsung mencoba bagaimana proses mapping dilakukan di lapangan," ujar Afan Ray Mahardika.
Materi pelatihan mencakup dasar pemetaan lahan, pengenalan geospasial, pembuatan peta kerja, hingga perencanaan survei lahan yang dilanjutkan dengan praktik pemetaan.
Dalam praktik tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menentukan area survei, menerbangkan drone, mengambil data, kemudian mengolahnya hingga menghasilkan peta.
Selain drone, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Avenza Maps untuk membantu proses pemetaan dan navigasi di lapangan, termasuk mengenali posisi serta lokasi.
Panitia lokal Kabupaten Seluma, Ibran, mengatakan ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan setelah pelatihan, termasuk dengan mencoba melakukan pemetaan di kebun masing-masing.
"Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu selama mengikuti pelatihan, tetapi setelah pulang mereka juga sudah bisa mencoba melakukan mapping sendiri di kebunnya," ujar Ibran.
Menurut Ibran, pemetaan membantu pekebun memiliki data yang lebih jelas dan terdokumentasi mengenai lokasi, batas lahan, serta luas kebun.
Peta yang dihasilkan peserta selama praktik menjadi salah satu output pembelajaran dan dapat dibawa pulang sebagai referensi awal untuk mengenali lokasi, batas, serta wilayah kebun.
Panitia Lokal Bengkulu Utara, Asa Uli Rejeki, menilai kemampuan pemetaan penting ketika pekebun membutuhkan data kebun untuk mendukung berbagai program perkebunan.
"Pemetaan ini menurut kami sangat penting karena data kebun akan banyak dibutuhkan ke depannya," kata Asa Uli Rejeki.
Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan DGL Learning Institute dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026.(*)

Social Footer