Breaking News

BPDP dan DGL Bekali 145 Pekebun Bengkulu Pelatihan Budidaya dan Pemetaan Sawit

DGL Learning Institute menggelar Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 di Bengkulu pada Senin (10/8/2026).

GENKEBUN.COM - BPDP dan DGL Learning Institute menggelar Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 yang melibatkan 145 pekebun sawit dari tiga kabupaten.

Program hasil kolaborasi BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tersebut mencakup pelatihan teknis budi daya serta pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit.

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) M. Gema Aliza Putra menyampaikan pentingnya kemampuan pengelola kebun dalam mendukung perkebunan yang maju.

Perkebunan yang maju tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, bibit, pupuk, atau teknologi. Semua itu penting, tetapi yang paling menentukan adalah manusia yang mengelolanya," kata Gema Aliza Putra.

Pelatihan resmi dibuka pada Senin (10/8/2026) di Grage Hotel Bengkulu dan terdiri atas lima kelas bagi peserta dari Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, serta Seluma.

Sebanyak 90 peserta dari Bengkulu Selatan mengikuti pelatihan teknis budi daya kelapa sawit, sedangkan 27 peserta dari Bengkulu Utara dan 28 peserta dari Seluma mengikuti pelatihan pemetaan.

Materi pelatihan pemetaan mencakup pengetahuan dasar pemetaan lahan, penggunaan peralatan, tracking lahan, pengolahan data, penyajian peta, serta keterampilan pemetaan kebun.

"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar-dasar pemetaan lahan, peralatan pemetaan lahan, tracking lahan, pengolahan data dan penyajian peta, serta meningkatkan keterampilan dalam pemetaan kebun," kata Madeslianto.

Selain pelatihan tatap muka, DGL Learning Institute menggunakan Learning Management System (LMS) untuk memberikan akses materi dan penguatan pembelajaran kepada peserta.

DGL juga mendorong monitoring pascapelatihan dan kajian kebun dengan mempertimbangkan umur tanaman, kondisi lahan, produktivitas, pola pemeliharaan, akses jalan, serta batas kebun.

Sementara itu, Bengkulu masih menghadapi persoalan rendemen kelapa sawit. Luas kebun rakyat mencapai lebih dari 330 ribu hektare dengan produksi CPO sekitar 1 juta ton per tahun.

Rata-rata rendemen sawit Bengkulu masih berada di bawah 20 persen, sedangkan provinsi tetangga telah mencapai lebih dari 22 persen. Kondisi tersebut turut memengaruhi harga TBS yang diterima pekebun.

"Rata-rata rendemen kelapa sawit kita Provinsi Bengkulu ini di bawah 20 persen sementara Provinsi tetangga kita itu sudah lebih dari 22 persen," kata Sri Herlin Despita.

Program tersebut melibatkan pekebun dari Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma dengan materi yang mencakup aspek teknis budi daya serta pengelolaan data kebun.

Melalui pelatihan, LMS, monitoring pascapelatihan, dan kajian kebun, DGL Learning Institute melanjutkan proses pembelajaran agar dapat diterapkan peserta setelah kembali ke kebun.(*)

Type and hit Enter to search

Close