![]() |
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Gorontalo melaksanakan sosialisasi Program Hilirisasi Kakao di Aula Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Gorontalo.GENKEBUN.COM – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo menggelar pendampingan dan sosialisasi Program Hilirisasi Komoditas Kakao Tahun 2026. Kegiatan ini menyasar pemerintah daerah, penyuluh, hingga kelompok tani calon penerima manfaat di Kabupaten Boalemo. Acara berlangsung di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Pertemuan ini dimaksudkan untuk berkoordinasi sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme dan tahapan hilirisasi kakao kepada para pemangku kepentingan. Dilansir dari RRI.co.id, sosialisasi tersebut membahas beragam aspek penting dalam pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Kakao. Para peserta mendapatkan penjelasan lengkap soal tahapan kegiatan, persyaratan penerima manfaat, hingga pembagian peran antara pemda, penyuluh, dan kelompok tani. Sebagai instansi yang ditunjuk, BRMP Gorontalo memang mengemban mandat untuk mendampingi, mengawal, dan memantau berbagai program unggulan Kementerian Pertanian. Hal ini mencakup pelaksanaan program hilirisasi komoditas prioritas perkebunan. Pengawalan ini bertujuan memastikan setiap program berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Lebih dari itu, program hilirisasi kakao dirancang guna mendongkrak produktivitas, kualitas hasil, hingga nilai tambah komoditas di tingkat daerah. Memasuki sesi diskusi, peserta antusias mengutarakan berbagai persoalan teknis seputar pelaksanaan program. Pembicaraan memusat pada mekanisme penyaluran bantuan, pembiayaan Hari Orang Kerja (HOK), syarat penerima manfaat, tahapan kegiatan, hingga peran kelompok tani. Beragam pertanyaan tersebut kemudian dijawab tuntas oleh tim teknis sesuai aturan yang berlaku. Forum ini pun menjadi ruang efektif bagi calon penerima manfaat untuk memperoleh kejelasan sebelum program benar-benar dijalankan di lapangan. Keterlibatan aktif penyuluh dan kelompok tani memegang porsi krusial dalam proses pendampingan. Pemahaman menyeluruh soal mekanisme program sangat dibutuhkan agar setiap pihak mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Selain kelompok tani, pemerintah daerah turut dilibatkan dalam koordinasi pelaksanaan program. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi fondasi utama yang diperkuat melalui kegiatan sosialisasi ini. Program Hilirisasi Komoditas Kakao Tahun 2026 adalah bagian dari agenda prioritas Kementerian Pertanian. Melalui skema ini, pengembangan kakao tidak lagi sekadar berhenti pada produksi bahan mentah, melainkan berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil perkebunan. Melalui pendampingan rutin, BRMP Gorontalo memastikan seluruh informasi program dapat terserap dengan baik oleh pihak-pihak di daerah. Sosialisasi ini juga bertindak sebagai sarana untuk menyamakan persepsi langkah pelaksanaannya Kakao yang lebih optimal di Kabupaten Boalemo.(*) |

Social Footer