![]() |
| Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama Lanud Jenderal Besar Soedirman menggelar panen raya tebu di Desa Kedunglegok, Purbalingga, Jumat (17/7/2026).(Foto: Setda Kab.Purbalingga) |
GENKEBUN.COM – Panen raya tebu di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi bagian dari Panen Raya Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar serentak di berbagai daerah sebagai dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional pada musim panen 2026.
Kegiatan berlangsung di kompleks perkebunan tebu Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Jumat, 17 Juli 2026. Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti panen tebu secara simbolis di lahan binaan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Jenderal Besar Soedirman.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Jenderal Besar Soedirman memaparkan cakupan wilayah binaan yang dikelola bersama kelompok tani tebu di Kabupaten Purbalingga sebagai bagian dari pelaksanaan panen raya.
“Untuk di Purbalingga ada 72 hektare sebagai wilayah kerja kita dan sebagai pembina petani-petani tebu yang ada di Purbalingga. Dari 72 hektare itu ada 46 kelompok tani tebu yang menanami lahan tersebut,” ujar Ali, dikutip dari laman Setda Kabupaten Purbalingga.
Lahan binaan Lanud Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga memiliki luas 72 hektare dan dikelola oleh 46 kelompok tani tebu. Khusus panen raya kali ini, kegiatan dilakukan di lahan seluas 10 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 3.305 ton tebu.
Panen raya di Purbalingga menjadi bagian dari kegiatan serentak yang berlangsung di 43 titik di Indonesia. Pelaksanaan nasional dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dan dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sementara daerah mengikuti rangkaian kegiatan sesuai lokasi masing-masing.
Selain mengikuti panen raya, Wakil Bupati Purbalingga juga menyampaikan manfaat keberadaan lahan tebu binaan TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang dinilai memberi kontribusi bagi petani sekaligus mendukung program swasembada gula nasional.
"Tentu ini ada dampak ekonomi yang cukup baik utamanya bagi para petani dan buruh tani. Tentunya kami juga melakukan pembinaan melalui Dinas Pertanian untuk membersamai kesuksesan program swasembada gula,” kata Dimas, dikutip dari laman Setda Kabupaten Purbalingga.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil panen tebu dari Kabupaten Purbalingga selama ini diserap dan diolah di salah satu pabrik gula di Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses tersebut menjadi bagian dari rantai produksi gula nasional.
Dalam arahannya yang disampaikan secara virtual, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas pelaksanaan panen raya serentak yang melibatkan berbagai unsur dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini menunjukkan ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima TNI menjelaskan pembagian pendampingan komoditas dilakukan sesuai penugasan masing-masing matra. TNI AU mendampingi budidaya tebu, TNI Angkatan Darat (TNI AD) mendampingi komoditas padi, sedangkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) bertugas mendampingi pengembangan kedelai.
Pada musim panen 2026, TNI AU bersama mitra pemerintah, badan usaha milik negara, sektor swasta, dan asosiasi petani mendampingi budidaya tebu di lahan seluas 236.048 hektare. Potensi produksinya mencapai sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang diproyeksikan menyumbang 45,05 persen target produksi gula nasional 2026. Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga dimanfaatkan untuk produksi molase, bioetanol, pupuk organik, pakan ternak, hingga bahan baku industri farmasi.(*)

Social Footer