![]() |
| Kementerian Pertanian membahas peluang kerja sama pertanian bersama Duta Besar Lebanon untuk Indonesia di Jakarta, Kamis (9/7/2026).(Foto: Kementan RI) |
GENKEBUN.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membidik peningkatan ekspor kelapa dan crude palm oil (CPO) Indonesia ke Lebanon sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar komoditas pertanian nasional di kawasan Timur Tengah.
Pembahasan tersebut berlangsung saat Mentan menerima kunjungan Duta Besar Lebanon untuk Indonesia, Salam Al Achkar, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta. Pertemuan itu membahas peluang penguatan perdagangan pertanian sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di sektor tersebut.
Dalam pertemuan itu, kedua negara saling memperkenalkan komoditas unggulan masing-masing. Di sela pembahasan tersebut, Mentan menyampaikan usulan agar ekspor kelapa dan CPO Indonesia ke Lebanon dapat ditingkatkan.
“Mereka menawarkan olive oil, kemudian saya minta ditambah ekspor kelapa dan CPO dari Indonesia ke Lebanon,” ujar Amran, dikutip dari laman Kementan.
Kerja sama pertanian antara Indonesia dan Lebanon dinilai memiliki peluang yang luas karena karakteristik komoditas kedua negara saling melengkapi. Indonesia unggul pada komoditas tropis, sedangkan Lebanon dikenal sebagai penghasil minyak zaitun, buah-buahan, serta berbagai produk hortikultura.
Selain komoditas perkebunan, pembahasan juga mencakup peluang kerja sama pada sektor pangan. Lebanon masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan pangannya sehingga membuka peluang bagi Indonesia sebagai salah satu pemasok.
“Kalau mereka mau minta, saya kasih. Beras banyak,” kata Amran, dikutip dari laman Kementan.
Data Kementan menunjukkan Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar di dunia dengan luas areal lebih dari 3,3 juta hektare dan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama berbagai produk turunan kelapa di pasar internasional.
Selain itu, Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Produksi nasional pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 56 juta ton, yang terdiri atas crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO).
Sepanjang 2025, perdagangan pertanian Indonesia dengan Lebanon mencatat surplus sekitar 44,8 juta dolar Amerika Serikat. Komoditas ekspor utama Indonesia meliputi kelapa, kelapa sawit beserta produk turunannya, kopi, produk perkebunan, serta nanas.
Ke depan, Indonesia dan Lebanon juga membahas penguatan fasilitasi perdagangan melalui kerja sama tindakan sanitari dan fitosanitari (Sanitary and Phytosanitary/SPS), harmonisasi regulasi, business matching, serta promosi perdagangan untuk memperluas akses produk pertanian di pasar internasional.(*)

Social Footer