Bali, GENKEBUN.COM – Kakao asal Kabupaten Jembrana, Bali, semakin dikenal di pasar internasional setelah berhasil memasuki berbagai negara tujuan ekspor, termasuk Prancis, Belanda, Belgia, dan Jepang.
Keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing kakao Indonesia di pasar global, sekaligus memperkuat posisi Jembrana sebagai salah satu sentra produksi kakao unggulan nasional.
Dilansir dari laman indonesia.go.id, Jumat (12/06/2026), Kabupaten Jembrana memiliki 13.119 kepala keluarga petani yang mengelola perkebunan kakao seluas sekitar 6.340 hektare. Produk kakao fermentasi daerah ini juga telah dipasarkan ke sejumlah negara Eropa dan Jepang.
Besarnya jumlah petani dan luas areal perkebunan menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas penting yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Di tingkat budidaya, petani di Desa Candikusuma masih aktif menjaga produktivitas kebun dengan melakukan panen buah kakao matang secara rutin sesuai kebutuhan pasar.
Penguatan sektor kakao juga berlangsung pada kegiatan pascapanen. Hasil panen petani diserap dan diolah untuk menghasilkan produk kakao fermentasi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Peran tersebut dijalankan oleh Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya yang menghimpun hasil panen dari 37 kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Koperasi itu memiliki kapasitas produksi sekitar 50 ton kakao fermentasi per tahun. Produknya dipasarkan ke Jakarta, Surabaya, Makassar, Mataram, serta sejumlah negara tujuan ekspor.
Kualitas kakao Jembrana memperoleh pengakuan internasional setelah meraih Cacao of Excellence Silver Award 2023, sebuah penghargaan yang diberikan kepada produk kakao berkualitas dari berbagai negara.
Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan industri kakao daerah, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk hasil perkebunan rakyat.
Selain memperkuat industri pengolahan, Pemerintah Kabupaten Jembrana juga memberikan perhatian pada perlindungan komoditas kakao dan keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor perkebunan.
Kolaborasi antara petani, koperasi, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan produksi kakao Jembrana hingga mampu bersaing di pasar internasional.(*)

Social Footer