![]() |
| Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto: Kementan) |
Bogor, GENKEBUN.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membagikan pandangannya tentang kunci sukses agribisnis kepada mahasiswa IPB Bogor melalui penekanan pada keberanian gagal serta konsistensi dalam proses panjang menuju keberhasilan.
Kegiatan kuliah umum tersebut berlangsung di IPB University Dramaga, Bogor, dalam rangka Dies Natalis ke-25 Fakultas Ekonomi dan Manajemen serta rangkaian Ministerial and Top Executive Lecture Series.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan itu menyampaikan pandangannya langsung kepada mahasiswa IPB terkait pentingnya pengalaman gagal sebagai bagian dari perjalanan membangun usaha dan karakter.
Kebanyakan kita tidak ingin keluar dari comfort zone, tetapi ingin sukses. Itu tidak bisa. Kalau ingin mencapai sesuatu yang besar, kita harus berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang lebih besar," ujar Mentan Amran.
Suasana kuliah umum di Auditorium Andi Hakim Nasution tersebut berlangsung interaktif, dengan mahasiswa menyimak pengalaman dan pesan yang dibagikan Mentan Amran sepanjang sesi berlangsung.
"Hari ini kita belajar gagal. Kita belajar menderita. Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal saat masih muda. Justru dari kegagalan itulah kita belajar menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi kehidupan yang sesungguhnya," katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah mahasiswa juga menyampaikan pengalaman pribadi, mulai dari perjuangan pendidikan hingga inovasi pertanian yang sedang dikembangkan di lingkungan akademik IPB.
"Struggle now, enjoy your life later. Jangan enjoy now, struggle for life later. Pilihannya hanya itu. Berjuanglah sekarang ketika tenaga, semangat, dan kesempatan masih terbuka lebar," ujarnya.
Mentan Amran juga memaparkan capaian sektor pertanian nasional yang mencatat produksi beras 34,69 juta ton serta pertumbuhan PDB pertanian sebesar 5,74 persen dalam periode terbaru.
Ia berharap mahasiswa IPB mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berani mencoba, tetapi juga tahan dalam proses panjang menuju keberhasilan di sektor pertanian dan agribisnis.(*)

Social Footer