Breaking News

Kementerian Pertanian Kembangkan Lima Varietas Unggul Kakao, Produktivitas Capai 3 Ton per HektarePanen Sawit

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Kementan)


Jakarta, GENKEBUN.COM – Kementerian Pertanian mengembangkan lima varietas unggul kakao hasil kolaborasi riset dengan BRIN untuk meningkatkan produktivitas nasional hingga tiga ton per hektare.

Inovasi varietas tersebut menjadi bagian dari penguatan hilirisasi kakao nasional melalui pemanfaatan hasil penelitian yang sudah diuji di berbagai wilayah pengembangan.

Peneliti komoditas kakao Kementerian Pertanian, Rubiyo, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap hasil inovasi riset yang siap diterapkan di lapangan.

"Pak Menteri menanyakan apakah ada inovasi teknologi yang dihasilkan dari penelitian yang dahulu berasal dari Kementerian Pertanian. Saya sampaikan bahwa kami telah menghasilkan lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan dan dapat memberikan dukungan terhadap program hilirisasi kakao yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian Pertanian," kata Rubiyo, Selasa (9/6/2026).

Salah satu varietas unggulan yang dikembangkan adalah BP 1 dengan keunggulan biji berukuran besar, kandungan lemak tinggi, serta produktivitas mencapai tiga ton biji kering per hektare per tahun.

Varietas BP 1 telah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia dan menjadi salah satu material utama dalam pengembangan kebun kakao nasional berbasis teknologi.

"Untuk BP 1 sudah menyebar di seluruh Indonesia. Sementara RHS 1 dan RHS 2 telah dikembangkan di tujuh provinsi. Ini merupakan peluang yang sangat baik karena varietas unggul tersebut sudah siap dimanfaatkan untuk pengembangan kebun induk, kebun benih maupun untuk kegiatan sambung pucuk atau grafting di tingkat petani," ujarnya.

Pengembangan juga melibatkan sejumlah perusahaan di tujuh provinsi yang mempercepat penyebaran teknologi kepada petani kakao di daerah sentra produksi.

Kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci agar inovasi varietas unggul dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani.

"Kalau ingin penyebarluasan inovasi berlangsung secara masif, maka kolaborasi seperti ini sangat penting. Tujuannya agar Kementerian Pertanian dapat menghasilkan kakao dengan produktivitas tinggi, mutu yang baik, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani," jelasnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya riset yang menghasilkan dampak langsung bagi petani dan sektor pertanian nasional.

"Penelitian harus menghasilkan sesuatu yang nyata untuk rakyat. Jangan berhenti di laboratorium atau jurnal, tetapi harus sampai ke petani, meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Varietas unggul yang sudah dihasilkan harus kita kembangkan secara masif agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi petani dan bangsa," kata Mentan Amran.

Pengembangan varietas kakao unggul ini menjadi bagian penting dalam penguatan hilirisasi perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.

Ke depan, perluasan penggunaan varietas unggul diharapkan memperkuat posisi kakao Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.(*)

Type and hit Enter to search

Close