Breaking News

Festival Kopi Dieng 2026 Dorong Nilai Tambah Kopi Pegunungan Dieng Banjarnegara

Bupati Banjarnegara bersama pelaku kopi pada kegiatan Soft Opening Road to Festival Kopi Dieng 2026 di Alun-Alun Banjarnegara, Sabtu (06/06/2026). (Foto: Kominfo Banjarnegera)
Banjarnegara, GENKEBUN.COM - Festival Kopi Dieng 2026 menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk memperkuat pengembangan komoditas kopi lokal. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah kopi Pegunungan Dieng Banjarnegara.

Rangkaian menuju festival diawali melalui Soft Opening Road to Festival Kopi Dieng 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Banjarnegara, Sabtu (6/6/2026). Agenda tersebut digelar bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan berbagai pelaku usaha kopi daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, menjelaskan penyelenggaraan festival bertujuan memperkuat promosi kopi kawasan Dataran Tinggi Dieng sekaligus meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk kopi Banjarnegara.

"Festival ini diharapkan akan menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis kopi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta menjadikan kopi sebagai identitas daerah sekaligus daya tarik wisata di Kabupaten Banjarnegara," terangnya.

Menurut Tursiman, rangkaian Road to Festival Kopi Dieng 2026 melibatkan petani kopi, roaster, barista, komunitas kopi, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG). Kolaborasi tersebut dibangun untuk memperkuat ekosistem kopi Banjarnegara.

Beragam kegiatan turut memeriahkan soft opening tersebut, mulai dari Banjarnegara Street Coffee, Slow Bar Experience, Kenduri Ngopi, hiburan rakyat, hingga kompetisi Liga Seduh Kopi Banjarnegara yang diikuti para pegiat kopi lokal.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menilai festival kopi menjadi sarana memperkuat perekonomian daerah melalui komoditas pertanian. Kopi Pegunungan Dieng Banjarnegara dinilai memiliki karakter rasa yang layak dikenal lebih luas.
Kita harus bangga sebagai warga Banjarnegara untuk mengonsumsi kopi asli pegunungan Dieng Banjarnegara yang kaya akan variasi rasa," ujar Bupati Amalia.
Amalia juga mengapresiasi keberadaan Program UPLAND yang dinilai memberi manfaat bagi pengembangan kopi di Banjarnegara. Program tersebut memperkuat hubungan antara petani, pelaku usaha, dan berbagai unsur pendukung industri kopi daerah.

Soft Opening Road to Festival Kopi Dieng 2026 ditandai dengan Amalia melakukan manual brew menggunakan metode V60. Ia juga menjadi juri Liga Seduh Kopi dan mencoba Slow Bar Experience sebagai bagian dari promosi budaya minum kopi lokal.(*)

Type and hit Enter to search

Close