![]() |
| Pelatihan Panen dan Pasca Panen Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) Tahun 2026 oleh DGL Learning Institute. |
Banda Aceh, GENKEBUN.COM – DGL Learning Institute melatih 94 petani kelapa sawit asal Kota Subulussalam melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit tahun 2026 di Banda Aceh.
Program ini menjadi bagian peningkatan kompetensi petani sawit rakyat melalui pelatihan panen dan pascapanen yang disusun berbasis praktik lapangan dan pembelajaran teknis.
Kegiatan tersebut berada dalam skema penguatan SDM perkebunan sawit yang melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI.
DGL Learning Institute menjadi lembaga pelaksana pelatihan yang berlangsung selama enam hari dengan kombinasi teori kelas dan praktik lapangan.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian pembelajaran, rangkaian acara penutupan kegiatan dilaksanakan di Grand Permata Hati Hotel, Banda Aceh, Kamis (11/6/2026).
Materi pelatihan mencakup teknik panen tandan buah segar, pengelolaan brondolan, hingga penanganan hasil panen agar kualitas tetap terjaga sampai tahap pengiriman.
Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menyampaikan pesan kepada peserta mengenai pentingnya penerapan hasil pelatihan di kebun masing-masing.
Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi contoh di wilayah masing-masing. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan hendaknya diterapkan di kebun dan dibagikan kepada petani lainnya sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas," ujar Gema.
Pemerintah daerah menilai peningkatan kapasitas petani sawit menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas produksi dan efisiensi panen di tingkat kebun rakyat.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Mukhlis, SP., M.A, menyampaikan pandangan terkait pelaksanaan program tersebut.
"Kami berharap para peserta tidak berhenti pada sertifikat yang diterima hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di kebun masing-masing dan dibagikan kepada petani lainnya. Dengan demikian manfaat program ini akan semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan perkebunan sawit rakyat di Aceh," ujarnya.
DGL Learning Institute mencatat bahwa kesalahan dalam penanganan brondolan masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan kualitas hasil panen di tingkat petani.
Melalui program ini, peserta memperoleh pembekalan standar panen yang baik serta praktik pascapanen untuk menjaga mutu tandan buah segar hingga ke pabrik.
Kolaborasi BPDP dan Ditjenbun dalam program SDM sawit ini memperkuat kapasitas petani Subulussalam dalam peningkatan kualitas panen dan daya saing hasil kebun rakyat.(*)

Social Footer