![]() |
| DGL Learning Institute, BPDP, dan Ditjenbun menggelar Program Pelatihan SDM Perkebunan Sawit di Palu, Kamis (19/06/2026). (Foto: Dok. DGL) |
Palu, GENKEBUN.COM – PT Daya Guna Lestari melalui DGL Learning Institute menggelar Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan berskala nasional ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelapa sawit.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi petani dan pekebun di berbagai daerah.
Sebanyak 119 peserta dari Kabupaten Morowali mengikuti pelatihan yang dipusatkan di Palu tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus peningkatan keterampilan teknis yang dibutuhkan di lapangan.
Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan dan produktivitas sektor perkebunan.
Bagi kami di DGL Learning Institute, kegiatan ini bukan hanya tentang melaksanakan kelas pelatihan. Ini adalah amanah untuk hadir langsung di daerah, bertemu dengan pekebun, dan bersama-sama memperkuat kompetensi SDM perkebunan Indonesia,” ujar Gema.
Para peserta mendapatkan materi pelatihan yang disusun secara aplikatif, dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan di kebun. Seluruh materi dibagi ke dalam beberapa kelas sesuai bidangnya masing-masing.
Adapun program pelatihan yang diikuti peserta dari Morowali meliputi Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Angkatan I, Pelatihan Panen dan Pasca Panen Angkatan I dan II, serta Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan I.
Materi ISPO diberikan untuk memperkuat pemahaman petani terkait prinsip keberlanjutan, tata kelola kebun, aspek legalitas, hingga kelembagaan. Tujuannya agar praktik budidaya berjalan sesuai standar yang berlaku.
Pada aspek produksi, pelatihan panen dan pasca panen difokuskan pada peningkatan keterampilan dalam menjaga mutu tandan buah segar (TBS) serta menekan potensi kehilangan hasil saat proses panen.
Sementara itu, materi pemetaan lokasi perkebunan diarahkan untuk mendorong penerapan pengelolaan kebun berbasis data. Pendataan batas lahan dan kondisi kebun dinilai penting untuk mendukung perencanaan dan monitoring yang lebih akurat.
![]() |
| Peserta Program Pelatihan SDM Perkebunan Sawit di Palu, Kamis (19/06/2026). (Foto: Dok. DGL) |
Sebagai penyelenggara, DGL Learning Institute menjaga kualitas pembelajaran dengan menghadirkan instruktur berkompeten serta memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari proses pendukung pelatihan.
Melalui LMS tersebut, proses pembelajaran tidak berhenti saat kelas selesai. Evaluasi dan monitoring tetap dilakukan untuk memastikan materi dapat diterapkan oleh peserta di kebun masing-masing.
Pihak penyelenggara juga menekankan pentingnya perubahan pola kerja setelah peserta kembali ke daerah asal, sehingga pelatihan dapat memberikan dampak nyata bagi pengelolaan usaha perkebunan.
“Sertifikat bisa disimpan di map, tetapi ilmu akan hidup di kebun. Yang paling penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan membawa perubahan nyata bagi pekebun,” tegasnya.
Kolaborasi antara BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute ini menjadi bagian dari penguatan SDM perkebunan secara nasional, dengan menempatkan aspek manusia sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan industri ke depan.(*)
.jpeg)

Social Footer