Breaking News

DGL Learning Institute Bekali Petani Sawit Subulussalam dengan Pengalaman Panen Langsung di Lapangan

DGL Learning Institute bersama peserta Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit melakukan praktik lapangan di Aceh Barat, Rabu (10/6/2026).
Aceh Barat, GENKEBUN.COM – DGL Learning Institute membekali petani kelapa sawit asal Kota Subulussalam dengan pengalaman panen langsung di lapangan melalui kunjungan ke PT Agro Sinergi Nusantara pada Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM Perkebunan) Tahun 2026 yang memasuki hari ketiga pelaksanaan.

Program ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI serta diselenggarakan oleh DGL Learning Institute atau PT Daya Guna Lestari.

Kunjungan lapangan dirancang untuk menghubungkan materi yang telah diterima peserta selama pelatihan di kelas dengan praktik nyata yang diterapkan di lingkungan perkebunan kelapa sawit.

Setibanya di lokasi, peserta diajak meninjau areal tanaman menghasilkan sekaligus menyaksikan secara langsung proses panen yang dilakukan tenaga panen perusahaan sesuai standar operasional yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai kriteria tandan buah segar yang siap dipanen, teknik pemotongan yang benar, serta pentingnya pengutipan brondolan secara optimal.

Peserta juga mempelajari tata cara pengumpulan hasil panen guna menjaga kualitas buah sebelum diangkut ke pabrik pengolahan sehingga mutu bahan baku tetap terjaga.

Tidak hanya melakukan observasi lapangan, peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan tim teknis PT Agro Sinergi Nusantara mengenai berbagai aspek operasional panen di perkebunan.

Diskusi mencakup upaya meminimalkan kehilangan hasil panen atau losses, menjaga kualitas tandan buah segar, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di lapangan.

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, M. Gema Aliza Putra, mengatakan praktik lapangan menjadi bagian penting dalam pelatihan karena memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh bagi peserta.
Melalui kunjungan lapangan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana teknik panen yang baik diterapkan di perkebunan," ujar Gema.
Menurut Gema, pembelajaran langsung di lapangan memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami proses panen secara nyata sekaligus membandingkannya dengan materi yang telah diperoleh selama pelatihan.

"Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta sehingga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara optimal di kebun masing-masing,” ujarnya.

Sepanjang kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait teknik panen yang efisien, pengelolaan brondolan, serta langkah menjaga mutu hasil panen.

Melalui pengalaman belajar langsung di PT Agro Sinergi Nusantara, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai praktik panen yang baik untuk mendukung produktivitas kebun rakyat.(*)

Type and hit Enter to search

Close