Breaking News

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Bangun Ekosistem Pembiayaan Inklusif Bagi Petani Kakao dan Kopi

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan sosialisasi Fasilitas Dana Bergulir bersama petani kakao dan kopi, Selasa (16/04/2026). (Foto: Dok. BPDLH)

Jakarta, GENKEBUN.COM - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas akses pembiayaan hijau bagi petani kakao dan kopi di berbagai wilayah Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui skema Fasilitas Dana Bergulir multiusaha kehutanan.

Program tersebut melibatkan kolaborasi dengan Mars Incorporated dan PT Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia sebagai mitra pendamping petani sekaligus offtaker komoditas berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di sejumlah daerah pengembangan.

Dilansir dari laman BPDLH, kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif berbasis lingkungan hidup yang menjangkau petani kakao dan kopi di kawasan hutan serta sekitar kawasan hutan.

Sosialisasi FDB dilaksanakan selama April 2026 di Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan melibatkan kelompok tani serta Kelompok Perhutanan Sosial di masing-masing wilayah.

Di Kabupaten Luwu Utara, sosialisasi digelar bersama petani kakao binaan Mars Incorporated pada 16–18 April 2026 di empat titik Collecting Point. Kegiatan berlangsung di sejumlah desa pada beberapa kecamatan.

Sebanyak 217 petani kakao mengikuti sosialisasi tersebut dengan antusias. Mereka memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan, persyaratan administrasi, hingga proses pengajuan pinjaman FDB.

  • Skema FDB berbasis pembiayaan bergulir untuk usaha kakao dan kopi berkelanjutan
  • Melibatkan kemitraan multipihak, termasuk perusahaan offtaker dan pendamping petani
  • Menjangkau petani di kawasan perhutanan sosial dan sekitar kawasan hutan
  • Mendukung literasi keuangan serta penguatan kelembagaan kelompok tani
  • Membuka akses pengajuan pembiayaan langsung oleh petani melalui kelompok

Di Kabupaten Lampung Timur, BPDLH bersama PT OFI Indonesia melaksanakan sosialisasi kepada Gapoktan Tunggal Jaya pada 21 April 2026. Kelompok ini mengelola ribuan hektar lahan perhutanan sosial dengan komoditas utama kakao.

Sementara di Kabupaten Jember, sosialisasi dilakukan bersama KPS Rengganis Desa Pakis Kecamatan Panti. PT OFI Indonesia turut memberikan pemahaman mengenai skema pembiayaan, literasi keuangan, serta penguatan akses pasar kopi berkelanjutan.

Kolaborasi BPDLH bersama mitra usaha dan pendamping lapangan memperkuat akses pembiayaan hijau di tingkat petani. Pendekatan ini mendorong pengembangan usaha kakao dan kopi yang lebih terstruktur di berbagai daerah.(*)

Type and hit Enter to search

Close