Breaking News

Pasok Benih Unggul Sumatera Utara, Kelompok Tani di Batu Bara Siapkan Varietas Kelambi Ujung Kubu

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian saat melakukan monitoring perbenihan kelapa dalam di Kabupaten Batu Bara. (Foto: BRMP Sumatera Utara)

Batu Bara, GENKEBUN.COM – Kelompok Tani Flamboyan di Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara menyiapkan benih unggul kelapa dalam untuk mendukung pengembangan kawasan perkebunan.

Langkah ini dilakukan melalui peninjauan langsung kesiapan benih oleh instansi terkait. Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut bertujuan memastikan kualitas mutu komoditas perkebunan sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.

Dilansir dari laman Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Utara, Rabu (27/05/2026), kelompok tani ini memiliki sekitar 89.000 pohon kelapa dalam Varietas Kelambi Ujung Kubu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.000 pohon di antaranya telah resmi teregistrasi sebagai Pohon Induk Terpilih (PIT).

Varietas Kelambi Ujung Kubu menjadi andalan utama dalam pemenuhan komoditas ini. Kerja sama penyediaan juga dijalin bersama pihak swasta, yaitu Commanditaire Vennootschap (CV) Rika Sanjaya sebagai mitra penyalur resmi.

Pemeriksaan lapangan dipimpin oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara, Mulyono, S.P., M.M. Tim teknis memeriksa kondisi fisik tanaman dan fasilitas penyimpanan secara detail.

Perwakilan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan juga hadir dalam peninjauan tersebut. Kehadiran lembaga ini diwakili oleh Ketua Tim Kerja Perbenihan Perkebunan, Yamin Priyono S.ST, M.M.

Pemeriksaan ketat berfokus pada dua objek utama di lokasi kelompok tani. Objek yang dipantau meliputi aspek-aspek berikut:

  • Kondisi fisik dan kesehatan Pohon Induk Terpilih di area perkebunan rakyat.
  • Fasilitas serta kapasitas tampung gudang penyimpanan stok benih kelapa dalam.

PIT memiliki peran krusial dalam menjamin mutu genetik tanaman perkebunan. Kriteria seleksi yang ketat membuat benih yang dihasilkan memiliki potensi produksi yang sangat baik saat ditanam oleh masyarakat.

Standar teknis yang tinggi diterapkan agar daya tumbuh tanaman optimal di lahan. Kualitas genetik yang unggul menjadi faktor penentu utama keberhasilan program pengembangan kawasan kelapa berkelanjutan.

Kegiatan evaluasi berkala dijalankan guna meminimalkan risiko kegagalan tanam di tingkat peternak kebun. Distribusi material tanaman hanya dilakukan setelah seluruh tahapan sertifikasi dan pengujian selesai dipenuhi.

Penyaluran benih unggul terjadwal secara ketat bagi seluruh penerima manfaat. Upaya ini ditujukan untuk menaikkan produktivitas total perkebunan kelapa rakyat di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Melalui standardisasi kelayakan ini, tata niaga benih lokal menjadi lebih akuntabel. Petani mendapatkan kepastian mutu demi peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani kelapa dalam jangka panjang.(*)

Type and hit Enter to search

Close