Breaking News

Tembus Pasar India, ID FOOD Lepas Ekspor Perdana Bunga Pala di Tanjung Perak

(Foto: Menpan- Genkebun.com)
 

Jakarta, GENKEBUN.COM – Perusahaan Perseroan Terbatas Industri Pangan Nasional (Holding BUMN Pangan ID FOOD) resmi memulai pengiriman perdana komoditas bunga pala atau mace menuju pasar India melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar global bagi produk perkebunan unggulan Indonesia. Pengiriman ini melibatkan kerja sama dengan mitra penyedia lokal untuk menjamin kualitas pasokan rempah.

Dilansir dari laman Menpan, Selasa (28/04/2026), Indonesia saat ini menguasai sekitar 70 hingga 75 persen produksi pala dunia dengan total nilai ekspor nasional mencapai angka 185,32 juta dolar Amerika Serikat.

Pelepasan kargo pertama tersebut mencakup satu kontainer sebagai bagian dari kontrak jangka panjang sebanyak 40 kontainer. ID FOOD menargetkan pengiriman reguler dilakukan sebanyak dua kontainer ukuran 20 kaki setiap bulan.

Komoditas bunga pala yang dikirim ke Negeri Bollywood akan digunakan untuk berbagai kebutuhan industri manufaktur. Berikut adalah rincian pemanfaatan utama komoditas bunga pala di pasar negara tujuan ekspor:

  • Bahan baku bumbu masakan untuk industri kuliner.

  • Komponen utama dalam pembuatan obat-obatan herbal.

  • Bahan dasar produksi minyak esensial atau essential oil.

  • Kebutuhan sektor farmasi dan industri kosmetik global.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa permintaan komoditas pala dunia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Hal tersebut memberikan peluang besar bagi penguatan rantai pasok pangan berbasis kemitraan strategis.

Realisasi ekspor ini melibatkan pihak importir NS Impex di India serta mitra lokal RHA Semesta Berjaya sebagai penyedia bahan baku. Sinergi ini menjamin ketersediaan stok bunga pala secara berkelanjutan bagi pasar internasional.

Ekspor bunga pala menjadi pintu masuk bagi penetrasi produk rempah lainnya ke wilayah Asia Selatan. Pelaku usaha kini tengah mempelajari peluang pengiriman komoditas tambahan seperti buah pinang, kunyit, serta temulawak ke India.

Manajemen Holding BUMN Pangan ID FOOD berencana kembali melakukan pengiriman serupa pada periode bulan berjalan. Fokus utama saat ini adalah memperkuat sistem pengadaan bahan baku langsung dari para petani serta pelaku usaha daerah.

Peningkatan frekuensi ekspor bertujuan untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi sektor perkebunan lokal. Skema kemitraan ini membantu memperluas akses pasar internasional bagi produk pertanian yang dihasilkan oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Kehadiran lembaga pemerintah dalam aktivitas perdagangan luar negeri berfungsi sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Posisi Indonesia sebagai salah satu produsen rempah terbesar dunia semakin kuat dengan dibukanya jalur ekspor reguler ini.

Pasar India dipilih karena memiliki tingkat konsumsi bumbu dan bahan herbal yang sangat tinggi. Optimalisasi ekosistem bisnis rempah ini merupakan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi pada sektor pangan nasional.

Pemerintah berfokus pada penguatan daya saing produk agar standar kualitas global tetap terjaga dengan baik. Langkah konkret pengiriman bunga pala ini akan meningkatkan kesejahteraan petani melalui rantai perdagangan yang lebih efisien.

Type and hit Enter to search

Close