Breaking News

Sumbang 4 Persen PDRB, Pemprov Maluku Utara Pacu Hilirisasi Subsektor Perkebunan

 

(Foto: Malkuprov- Genkebun.com)

Maluku Utara, GENKEBUN.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara melalui Dinas Pertanian memacu program hilirisasi subsektor perkebunan guna mendongkrak nilai tambah ekonomi daerah dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) di Ternate, Kamis (30/04/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Utara membuka secara resmi forum strategis tersebut yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor pertanian. Agenda utama difokuskan pada transformasi tata kelola komoditas dari bahan mentah menjadi produk olahan.

Dalam pidato pembukaannya, Sekda Maluku Utara memaparkan data statistik mengenai signifikansi sektor agraris terhadap ketahanan ekonomi wilayah kepulauan tersebut. Sektor ini tercatat sebagai pilar utama yang mendominasi struktur pendapatan asli daerah.

"Sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi salah satu pilar utama dalam struktur perekonomian Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan data pembangunan daerah, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berada pada kisaran 9,5% dengan sub sektor perkebunan sebagai unggulan sebesar 4%. Angka ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai penyumbang ekonomi daerah, tetapi juga sebagai sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, khususnya di wilayah pedesaan dan kepulauan," ujar Sekda, dikutip dari laman Malutprov, Kamis (30/04/2026).

Data kontribusi sebesar 4 persen dari subsektor perkebunan tersebut menjadi basis kuat bagi pemerintah untuk menginisiasi modernisasi sistem produksi. Modernisasi mencakup pemanfaatan teknologi tepat guna guna meningkatkan efisiensi kerja para petani.

Hilirisasi menjadi instrumen krusial untuk memperbaiki posisi tawar petani yang selama ini masih mengandalkan penjualan dalam bentuk bahan mentah. Penjualan bahan mentah dinilai mengakibatkan hilangnya potensi nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

  • Kontribusi sektor pertanian mencapai 9,5 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

  • Subsektor perkebunan unggulan menyumbangkan angka sebesar 4 persen bagi ekonomi daerah.

  • Fokus utama pembangunan 2026 adalah hilirisasi dan modernisasi pertanian berbasis teknologi.

"Saya ingin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian di Maluku Utara sangat ditentukan oleh komitmen kita bersama dalam mendorong hilirisasi dan modernisasi secara terarah dan berkelanjutan. Dengan potensi sumber daya yang kita miliki, saya optimis bahwa sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing," tuturnya saat menutup arahan teknis.

Penyusunan langkah strategis dalam Rakortek tersebut melibatkan seluruh jajaran Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota se-Provinsi Maluku Utara. Koordinasi lintas wilayah diperlukan agar sinkronisasi program pusat dan daerah berjalan efektif sepanjang tahun berjalan.

Transformasi menuju sistem pertanian modern menuntut kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha. Investasi pada industri pengolahan pascapanen menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.

Implementasi program hilirisasi ini mencakup penyediaan infrastruktur pendukung serta peningkatan literasi teknologi bagi para pekebun. Pemprov Maluku Utara menempatkan sektor agribisnis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri serta memiliki daya saing.

Forum diskusi di Muara Hotel Ternate tersebut menghasilkan dokumen rencana kerja yang mencakup pemetaan masalah lapangan di setiap kabupaten. Langkah operasional selanjutnya mencakup penyaluran alat mesin pertanian serta pendampingan teknis secara berkala.

Type and hit Enter to search

Close