![]() |
| (Foto: BRMP- Genkebun.com) |
Sulawesi Selatan, GENKEBUN.COM – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memantau langsung kondisi stok beras nasional di gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Makassar guna menjamin kelancaran distribusi pangan, Senin (20/4/2026).
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh bagian fasilitas penyimpanan untuk memastikan volume fisik beras sesuai dengan data administratif. Langkah ini bertujuan menjaga akurasi laporan ketersediaan cadangan pangan pemerintah di lapangan.
Dilansir dari laman BRMP, Senin (20/04/2026), ketersediaan beras nasional saat ini berada pada level 4,5 juta ton. Angka tersebut tercatat sebagai capaian tertinggi sepanjang berdirinya negara Republik Indonesia dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Data menunjukkan bahwa stok secara nasional melampaui rata-rata historis yang biasanya hanya berkisar 1,5 juta ton. Peningkatan signifikan ini terjadi seiring dengan penguatan produksi padi domestik dan manajemen penyimpanan yang lebih efektif.
Kapasitas ruang simpan yang dimiliki pemerintah semula terbatas pada angka 3 juta ton. Akibat lonjakan stok yang masif, pemerintah kini menambah ruang penyimpanan melalui skema sewa gudang dari pihak ketiga.
Penambahan kapasitas sewa mencapai 2 juta ton.
Total stok beras Sulawesi Selatan menyentuh 761 ribu ton.
Proyeksi stok nasional akan meningkat hingga 5 juta ton.
Sulawesi Selatan (Sulsel) berperan vital sebagai penyangga utama distribusi beras untuk wilayah Indonesia Timur. Provinsi ini memasok kebutuhan pangan bagi daerah dengan tingkat produksi rendah seperti Maluku, Papua, hingga Kalimantan.
Fasilitas penyimpanan di Sulsel kini menampung volume beras dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kondisi normal. Dulu, gudang di wilayah ini maksimal hanya terisi 300 ribu ton, namun kini mencapai 700 ribu ton.
Melimpahnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen tetap terjaga. Pemerintah membuka kesempatan bagi publik untuk memverifikasi langsung kondisi ketersediaan pangan di seluruh gudang penyimpanan yang ada di Indonesia.
Distribusi logistik pangan kini menjadi fokus utama guna memastikan pemerataan stok antarwilayah. Pasokan yang melimpah dari daerah surplus akan dialokasikan secara terjadwal menuju provinsi-provinsi yang mengalami defisit produksi beras harian.
Keamanan pangan nasional berada dalam kondisi sangat prima berkat manajemen stok yang terintegrasi. Pemerintah memproyeksikan penambahan cadangan sebesar 500 ribu ton akan terjadi dalam rentang waktu sepuluh hingga dua puluh hari mendatang.
Optimalisasi gudang sewa merupakan respon cepat pemerintah dalam menghadapi potensi overkapasitas simpan. Fasilitas tambahan tersebut akan diperluas secara bertahap menyesuaikan dengan laju serapan gabah dan beras dari petani lokal di seluruh wilayah.

Social Footer