Breaking News

Panen Raya Margo Tabir, Potensi Produksi Jagung Merangin Tembus 162 Ton

(Foto: Pemerintah Kabupaten Merangin- Genkebun.com)

Bangko, GENKEBUN.COM – Bupati Merangin, M. Syukur, memimpin pelaksanaan panen raya jagung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis (16/04/2026), dengan estimasi total produksi mencapai 162 ton.

Keberhasilan ini merupakan hasil konversi lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin seluas 27 hektare menjadi area produktif. Produktivitas pada lahan tersebut mencatatkan angka rata-rata sebesar 5 hingga 6 ton per hektare.

Pemerintah daerah memproyeksikan Merangin sebagai pilar utama penyangga pangan di tingkat regional. M. Syukur menjelaskan bahwa jagung hanyalah salah satu komoditas unggulan di samping luasnya lahan sawah yang tersedia.

"Kami yakin Kabupaten Merangin bisa menjadi lumbung pangan utama di Provinsi Jambi. Selain jagung, kita juga memiliki kekuatan di sektor padi dengan luas lahan mencapai 11.692 hektar," ujar Syukur, dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Merangin, Kamis (16/04/2026).

Nilai ekonomi dari hasil panen kali ini diprediksi menembus angka Rp1 miliar rupiah dengan estimasi harga serapan pasar yang stabil. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bertindak sebagai penyerap hasil produksi.

Saat ini, Pemkab Merangin mengelola total 40 hektare lahan jagung yang tersebar di beberapa lokasi strategis. Sebaran pengelolaan lahan tersebut mencakup wilayah BBU Margo Tabir, BBU Dusun Tuo, BBU Jangkat, dan BBU Sungai Manau.

Data teknis sebaran lahan jagung di bawah naungan Balai Benih Utama Kabupaten Merangin adalah sebagai berikut:

  • BBU Margo Tabir seluas 27 hektare.

  • BBU Dusun Tuo seluas 8 hektare.

  • BBU Jangkat seluas 4 hektare.

  • BBU Sungai Manau seluas 1 hektare.

"Tolong Kepala BPKAD, nanti di perubahan tambah lagi dana untuk pertanian. Apa yang dibutuhkan, tolong dipenuhi. Jika dananya tidak ada, nanti kita cari solusinya," perintah Syukur kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Peningkatan alokasi anggaran bertujuan untuk memperkuat sarana produksi serta infrastruktur pendukung bagi para petani lokal. Kebijakan ini diambil guna memastikan stabilitas stok pangan daerah tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.

Selain fokus pada komoditas jagung pipil, BBU Margo Tabir saat ini mulai melakukan diversifikasi tanaman pangan lainnya. Upaya ini melibatkan pengembangan padi sawah seluas 1,8 hektare serta berbagai jenis tanaman hortikultura.

Tanaman seperti cabai dan kacang tanah menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Sinergi lintas instansi diperlukan untuk mengawal proses distribusi hasil panen dari tingkat desa hingga kabupaten.

Badan Pusat Statistik (BPS) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memantau jalannya panen raya ini. Kehadiran para pemangku kepentingan menjamin akurasi data produksi sebagai landasan kebijakan pangan di masa mendatang.

Type and hit Enter to search

Close