Manokwari Selatan , GENKEBUN.COM – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua Barat menyalurkan 10.000 benih kopi kepada Kelompok Tani Kopi Kampung Sesum, Distrik Neney, Kabupaten Manokwari Selatan, Minggu (26/04/2026), guna memacu produktivitas komoditas lokal.
Kepala BBRMP Papua Barat, Abdul Syukur Syarif, memimpin langsung proses distribusi bibit tersebut bersama tim teknis. Kegiatan ini dihadiri oleh para petani setempat serta perwakilan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan.
Dilansir dari laman BRMP, Minggu (26/04/2026), sebanyak 10.000 benih kopi berkualitas unggul telah diserahkan secara langsung sebagai instrumen utama dalam program pengembangan sektor perkebunan di wilayah pedalaman Papua Barat tersebut.
Penyerahan bantuan benih bertujuan memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan melalui pemanfaatan lahan potensial di Distrik Neney. Program ini menjadi bagian integral dari skema besar percepatan pembangunan sektor pertanian di wilayah Manokwari Selatan.
Implementasi program ini mengedepankan pendekatan teknis yang komprehensif agar bantuan tidak berhenti pada tahap distribusi. BBRMP Papua Barat mengintegrasikan pembagian bibit dengan agenda diskusi berkala bersama para anggota kelompok tani.
Penyerahan total 10.000 benih kopi untuk petani Kampung Sesum.
Pelaksanaan pendampingan teknis pada aspek budidaya tanaman kopi.
Koordinasi intensif antara lembaga pusat dan pemerintah daerah setempat.
Sesi diskusi antara tim teknis, petani, dan dinas terkait menjadi ruang untuk memetakan kendala lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap benih yang ditanam memiliki tingkat keberhasilan tumbuh maksimal.
Fokus utama BBRMP Papua Barat mencakup pendampingan berkelanjutan yang menyentuh seluruh rantai produksi. Para petani mendapatkan panduan mengenai tata cara budidaya yang benar sesuai dengan standar operasional prosedur pertanian modern.
Selain teknis penanaman, program ini juga menjangkau aspek pengelolaan pascapanen bagi biji kopi yang dihasilkan. Standarisasi kualitas hasil panen sangat diperlukan guna meningkatkan posisi tawar produk kopi asal Kampung Sesum.
Peningkatan kualitas produksi biji kopi diproyeksikan mampu mendongkrak nilai jual komoditas di tingkat pasar regional maupun nasional. Efektivitas pengelolaan usaha tani menjadi kunci dalam meningkatkan taraf hidup para pekebun di Distrik Neney.
Sinergi antara BBRMP Papua Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Selatan memperkuat sistem pengawasan distribusi benih. Pengawasan tersebut menjamin bantuan pemerintah terserap secara optimal oleh kelompok tani yang telah terverifikasi secara resmi.
Peningkatan standar kualitas biji kopi melalui teknologi pascapanen.
Optimasi pengelolaan usaha tani pada skala kelompok masyarakat desa.
Penguatan kesejahteraan petani melalui diversifikasi produk turunan kopi.
Langkah taktis ini memperkuat identitas Distrik Neney sebagai salah satu sentra penghasil kopi potensial di Papua Barat. Pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan mendukung terciptanya ekosistem industri perkebunan yang mandiri serta tangguh.

Social Footer