![]() |
| (Foto:bondowosokab) |
Bondowoso, GENKEBUN.COM – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso memasifkan sinergi lintas sektor guna memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi potensi pertanian dan perkebunan lokal pada Jumat (17/04/2026).
Langkah strategis ini melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta jajaran pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas rantai pasok komoditas unggulan. Kolaborasi bertujuan memastikan kelancaran distribusi hasil bumi petani.
Upaya bersama tersebut menjadi respons terhadap tantangan pasar global yang menuntut kualitas produk standar ekspor. Penguatan koordinasi antarinstansi dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayah Bondowoso.
Seorang pejabat daerah menjelaskan landasan utama di balik gerakan integrasi program kerja antarlembaga ini. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi berbagai hambatan teknis maupun nonteknis di lapangan.
“Optimisme Di Tengah Keterbatasan, Sinergi Kolaborasi Lintas Sektor Mewujudkan Bondowoso Berkah”, ujar Pejabat, dikutip dari laman bondowosokab, Jumat (17/04/2026).
Sektor perkebunan kopi dan tembakau menjadi fokus utama dalam peta jalan pemulihan ekonomi daerah tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyediakan fasilitas pendukung bagi kelompok tani guna meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sinkronisasi data antarinstansi mempercepat penyaluran bantuan sarana produksi pertanian. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi sasaran sinergi lintas sektor di Kabupaten Bondowoso:
Pengamanan jalur distribusi pangan dan hasil perkebunan dari tingkat desa menuju pusat pasar atau gudang penampungan.
Pendampingan bersama dalam penerapan teknologi pertanian modern guna menekan biaya operasional di tingkat produsen.
Sosialisasi regulasi perdagangan terbaru kepada pelaku usaha kecil untuk mempermudah akses pasar luar daerah.
Kepolisian dan TNI turut berperan dalam menjaga stabilitas harga pupuk bersubsidi agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan ketat dilakukan pada tingkat pengecer guna mencegah praktik penimbunan yang merugikan.
Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) memberikan edukasi hukum terkait pengelolaan dana desa agar pemanfaatannya tepat sasaran pada sektor produktif. Langkah preventif ini membantu aparatur desa dalam membangun infrastruktur penunjang ekonomi secara akuntabel.
Data serapan tenaga kerja di sektor agribisnis menunjukkan tren kenaikan positif seiring dengan membaiknya harga komoditas kopi dunia. Bondowoso memperkuat posisinya sebagai produsen kopi arabika berkualitas tinggi yang memiliki sertifikasi indikasi geografis.
Evaluasi bulanan terhadap perkembangan ekonomi daerah dilakukan secara rutin oleh tim gabungan di bawah koordinasi sekretariat daerah. Hasil pemantauan tersebut menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan strategis untuk periode anggaran berikutnya.(*)

Social Footer