Yogyakarta, GENKEBUN.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pengarsipan terhadap 2.000 koleksi plasma nutfah berbagai komoditas tanaman pangan guna menciptakan varietas unggul masa depan di Yogyakarta pada Rabu (15/04/2026).
Upaya penyelamatan materi genetik ini bertujuan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dari kepunahan akibat perubahan iklim ekstrim. Bank benih modern tersebut menjadi fondasi utama dalam melakukan riset pemuliaan tanaman nasional secara berkelanjutan.
Dilansir dari laman UGM, Rabu (15/04/2026), sebanyak 2.000 aksesi plasma nutfah yang terdiri dari padi, jagung, serta umbi-umbian telah masuk dalam sistem basis data digital terintegrasi untuk mempermudah akses penelitian.
Pengarsipan dilakukan dengan standar internasional menggunakan teknologi penyimpanan suhu rendah yang mampu mempertahankan daya tumbuh benih hingga puluhan tahun. Proses ini melibatkan tim ahli multidisiplin dari Fakultas Pertanian serta Laboratorium Bioteknologi.
Identifikasi profil DNA setiap koleksi menjadi bagian krusial dalam menentukan karakter unggul seperti ketahanan terhadap hama maupun kekeringan. Data genetik tersebut disimpan secara aman sebagai aset negara yang sangat berharga.
Berikut adalah beberapa kategori utama plasma nutfah yang berhasil diarsipkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program konservasi hayati tahun ini:
Varietas padi lokal dari seluruh pelosok nusantara yang memiliki toleransi tinggi terhadap lahan salin.
Jenis jagung fungsional dengan kandungan nutrisi spesifik untuk pemenuhan gizi masyarakat di daerah tertinggal.
Koleksi umbi-umbian langka yang berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif pengganti beras nasional.
Sistem dokumentasi digital memungkinkan para peneliti melakukan pemetaan persebaran jenis tanaman secara akurat melalui koordinat geografis. Informasi ini sangat berguna untuk perencanaan program pemuliaan tanaman yang adaptif terhadap lingkungan tertentu.
Setiap benih yang masuk dalam arsip wajib melalui proses karantina serta pengujian kesehatan guna memastikan bebas dari patogen berbahaya. Keamanan hayati menjadi prioritas utama dalam menjaga integritas bank genetik milik universitas.
Penyelamatan plasma nutfah juga berfungsi sebagai cadangan sumber daya jika terjadi bencana alam yang memusnahkan tanaman di habitat aslinya. UGM bertindak sebagai penjaga gerbang kedaulatan benih nasional melalui langkah konkret ini.
Berikut adalah langkah-langkah teknis dalam proses pengarsipan plasma nutfah pada laboratorium pusat penelitian hayati:
Pengeringan benih hingga kadar air tertentu menggunakan mesin pengering presisi suhu stabil.
Pengemasan kedap udara dengan material khusus guna mencegah kontaminasi dari lingkungan luar.
Pemberian kode batang yang terhubung langsung dengan pusat informasi basis data genetik nasional.
Program ini melibatkan kerja sama dengan berbagai komunitas petani lokal untuk mendapatkan varietas warisan yang hampir punah di lapangan. Partisipasi masyarakat sangat membantu dalam memperkaya koleksi materi genetik yang unik.
Hasil dari pengarsipan ini akan menjadi bahan baku utama dalam pengembangan varietas hibrida maupun non-hibrida yang lebih produktif. Inovasi benih unggul menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan.
Pihak universitas menjadwalkan penambahan jumlah koleksi secara berkala setiap semester melalui ekspedisi hayati ke wilayah pedalaman Indonesia. Konsistensi dalam pengarsipan menjamin ketersediaan sumber daya genetik bagi generasi peneliti mendatang.
Evaluasi terhadap viabilitas benih dilakukan setiap lima tahun sekali guna memastikan kualitas materi genetik tetap berada pada level optimal. Langkah ini merupakan bukti nyata peran akademisi dalam menjaga warisan alam nusantara.(*)

Social Footer