Breaking News

Kementan Setujui Pengembangan 1.000 Hektare Kakao Premium Papua Barat Guna Sasar Pasar Eropa

(Foto: Kementan- Genkebun.com)

 Jakarta, GENKEBUN.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyetujui bantuan pengembangan 1.000 hektare lahan kakao premium di Papua Barat guna memperluas jangkauan pasar ekspor. Langkah ini diambil saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari skema percepatan produksi komoditas perkebunan nasional pada tahun 2026. Pemerintah pusat merespons usulan daerah untuk mengoptimalkan potensi lahan produktif yang mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memaparkan kemajuan program cetak sawah yang sedang berjalan di wilayahnya. Program ini mencakup luasan ribuan hektare sebagai fondasi kemandirian pangan bagi masyarakat lokal di tanah Papua.

“Tahun 2026 ini kami mendapatkan bantuan cetak sawah seluas 3.369 hektare yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Teluk Bintuni,” ujar Dominggus Mandacan, dikutip dari laman Kementan, Sabtu (18/04/2026).

Selain urusan pangan, Gubernur Dominggus menjelaskan keunggulan komoditas perkebunan kakao yang dikelola masyarakat lokal. Produk tersebut telah membuktikan daya saingnya melalui pengiriman rutin ke negara-negara konsumen cokelat utama di benua Eropa.

“Kakao kami kualitasnya premium. Walaupun produksinya masih terbatas, kami sudah mengekspor ke Prancis, Belanda, dan Belgia,” ujarnya saat menjelaskan potensi hilirisasi komoditas perkebunan yang memiliki standar kualitas internasional kepada jajaran kementerian.

Pemerintah menindaklanjuti prestasi ekspor tersebut dengan menambah alokasi lahan budidaya kakao secara signifikan. Langkah perluasan ini dilakukan agar volume produksi meningkat guna memenuhi permintaan pasar luar negeri yang menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Berikut adalah beberapa rincian dukungan pengembangan pertanian dan perkebunan di Papua Barat:

  • Program cetak sawah mencakup luasan 3.369 hektare di empat kabupaten.

  • Bantuan pengembangan kakao seluas 1.000 hektare untuk meningkatkan volume ekspor.

  • Pengembangan padi ladang seluas 3.000 hektare khusus bagi kebutuhan konsumsi lokal.

Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, turut menyampaikan laporan mengenai dukungan serupa yang diterima wilayahnya. Kabupaten Samosir berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui komoditas kopi dan kakao.

“Kami berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan masih memiliki potensi pengembangan lahan kurang lebih sekitar 5.000 hektare,” ujarnya saat memaparkan ketersediaan ruang untuk ekspansi lahan perkebunan baru di wilayah Sumatera Utara.

Mentan Amran menginstruksikan jajaran Eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera melakukan verifikasi teknis. Hal ini dilakukan agar potensi lahan yang dilaporkan para kepala daerah dapat segera berproduksi secara optimal.

Alokasi anggaran dan bibit unggul dikirimkan langsung ke daerah sebagai bentuk nyata dukungan pusat terhadap produktivitas daerah. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan pasokan komoditas nasional.

Type and hit Enter to search

Close