Breaking News

Kembangkan Produk Turunan, Hasil Panen Kopi Borobudur Bakal Diolah Menjadi Wine Kopi

(Foto: Jateng Prov- Genkebun.com)

 Jawa Tengah, GENKEBUN.COM Penyerahan ribuan bibit kopi kepada masyarakat kawasan Borobudur, Jumat (24/04/2026), menjadi langkah awal pengembangan produk turunan wine kopi guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan berbasis agroforestry.

Penyaluran bibit dilakukan melalui Padepokan Diponegaran dan Agroforestry Kopi Lestari untuk memberdayakan petani milenial di Desa Ngadiharjo. Langkah ini mengoptimalkan potensi lereng Perbukitan Menoreh sebagai pusat produksi kopi berkualitas tinggi secara berkelanjutan.

Perwakilan Yayasan Move Nusantara, Dewi Madayanti, menjelaskan bahwa ribuan bibit yang didistribusikan memiliki asal-usul dari kawasan pegunungan bersejarah. Penyatuan bibit ini di Borobudur mengandung makna simbolis persatuan energi serta harmoni nusantara.

“Sebanyak 1.025 bibit kopi robusta berasal dari Gunung Welirang, dan 3.150 bibit arabika dari Gunung Semeru. Kami berharap tanah dan bibit dari gunung-gunung ini dapat disatukan di Borobudur sebagai simbol persatuan Nusantara,” ujar Dewi, dikutip dari laman Jateng Prov, Jumat (24/04/2026).

Founder Agroforestry Kopi Lestari, Shalahuddin, mengungkapkan inisiatif ini merupakan bagian dari upaya aktivasi lahan tidur di wilayah Menoreh. Kopi dipilih karena daya tahan tanaman yang tinggi serta memiliki permintaan pasar sangat luas.

“Kami menemukan banyak lahan yang belum produktif, dan kopi menjadi solusi karena memiliki nilai ekonomi yang jelas serta diminati masyarakat,” ungkap Shalahuddin menjelaskan latar belakang pemilihan komoditas tersebut bagi warga setempat.

  • Sebanyak 3.150 bibit kopi jenis arabika disalurkan bagi petani.

  • Penyaluran bibit kopi jenis robusta mencapai angka 1.025 batang.

  • Warga sekitar Borobudur menerima tambahan distribusi sekitar 400 bibit.

Rencana pengembangan produk turunan wine kopi menjadi fokus utama agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan biji kopi mentah. Produk olahan ini diproyeksikan mampu menciptakan peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan.

Shalahuddin menekankan pentingnya aspek pemeliharaan agar tanaman tetap produktif dalam jangka panjang tanpa perlu penanaman ulang frekuentif. Keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi petani dalam mengelola kebun kopi secara intensif dan profesional.

“Kalau hanya dibagikan tanpa pendampingan, biasanya tidak bertahan lama. Karena itu, kami lakukan pembinaan secara berkala,” jelas Shalahuddin mengenai metode penguatan kapasitas petani yang dilakukan secara rutin oleh tim pendamping lapangan.

Dukungan pengembangan kawasan agroforestry kopi terpadu ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga pengelola wisata. Integrasi sektor perkebunan dan pariwisata memperkuat posisi Borobudur sebagai kawasan strategis.

Program mencakup wilayah luas mulai dari lereng Perbukitan Menoreh hingga kawasan Gunung Sumbing. Pembinaan berkala memastikan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang tetap terjaga melalui tata kelola kebun kopi yang modern.

Type and hit Enter to search

Close