Breaking News

Kembangkan Ayam Kampung Bobot 1 Kilogram dalam 40 Hari, Kementan Gandeng IPB Riset Probiotik

(Foto: Kementrian Pertanian- Genkebun.com)

 Bogor, GENKEBUN.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginisiasi kerja sama riset teknologi peternakan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mempercepat pertumbuhan ayam kampung melalui pemanfaatan inovasi probiotik secara intensif.

Kunjungan kerja ke Science Techno Park (STP) IPB University tersebut bertujuan menggeser orientasi penelitian akademis menuju pengembangan produk yang aplikatif bagi industri. Fokus utama kolaborasi ini adalah menciptakan efisiensi waktu produksi ternak.

Dilansir dari laman Kementrian Pertanian, Kamis (30/04/2026), target pengembangan teknologi peternakan ini mencakup pencapaian bobot ayam kampung seberat satu kilogram dalam kurun waktu pemeliharaan hanya selama 30 hingga 40 hari saja.

Pencapaian target tersebut mengandalkan formulasi probiotik khusus yang dikembangkan oleh tenaga ahli kampus. Inovasi ini bertujuan menekan biaya operasional peternak sekaligus meningkatkan ketersediaan pasokan daging ayam secara nasional melalui sistem produksi cepat.

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong sinergi riset agar setiap temuan laboratorium memiliki nilai komersial yang tinggi. Skema bisnis berbasis pengetahuan menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha agribisnis dan peternakan rakyat.

Implementasi teknologi hasil riset di lapangan menjadi fokus utama guna menyelesaikan hambatan produksi pada tingkat hulu. Langkah ini memastikan bahwa keunggulan akademis universitas berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi riil masyarakat agraris.

  • Pengembangan sistem peternakan ayam kampung berbasis teknologi probiotik efisiensi tinggi.

  • Jembatan penghubung antara hasil riset laboratorium universitas dengan skala komersial industri.

  • Pemanfaatan sumber daya manusia dari sekolah bisnis guna menciptakan ekosistem kewirausahaan agro.

Data menunjukkan terdapat 1.400 mahasiswa sekolah bisnis dan 500 mahasiswa agribisnis di IPB University yang potensial menjadi penggerak ekonomi. Kementan berupaya menjembatani kelompok akademisi ini dengan sektor bisnis nyata.

Hilirisasi inovasi pengendalian hama juga menjadi bagian dari upaya penguatan sektor hulu perkebunan dan pertanian. Pengalaman komersialisasi riset jangka panjang menunjukkan bahwa ide kreatif memiliki nilai jual tinggi dalam pasar agribisnis dunia.

Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi menjadi kunci percepatan transformasi teknologi di pedesaan. Riset yang turun ke lapangan memberikan solusi konkret atas permasalahan pupuk, pengendalian hama, hingga produktivitas ternak yang rendah.

Orientasi bisnis pada setiap inovasi pertanian bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi. Hal ini menuntut perubahan pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja berbasis teknologi.

Kunjungan di STP IPB University mengonfirmasi bahwa ekosistem inovasi harus didukung oleh kebijakan pemerintah yang mempermudah akses pasar. Keberhasilan ayam kampung probiotik nantinya akan menjadi model bagi pengembangan komoditas peternakan lainnya secara luas.

Type and hit Enter to search

Close