
(Foto: Prokopim- Genkebun.com)
Tanjung, GENKEBUN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melaksanakan tanam padi serentak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kampung Labanan Jaya, Jumat (24/04/2026), guna mengejar target swasembada pangan nasional.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia turut memantau jalannya penanaman bibit secara virtual melalui sambungan video.
Program perluasan lahan sawah menjadi prioritas daerah dalam menciptakan area produktif baru di Kalimantan Timur. Langkah ini diambil guna memacu angka produksi gabah serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah mencatat pertumbuhan luasan lahan pertanian yang signifikan melalui pembukaan area baru di sejumlah titik strategis. Data pencapaian fisik program ini menunjukkan progres positif pada inventarisasi lahan di tingkat kabupaten.
Total luas cetak sawah di Kabupaten Berau hingga tahun 2025 mencapai 425 hektare.
Pemerintah merencanakan penambahan luas lahan sebesar 100 hektare pada tahun anggaran 2026.
Lahan tersebut tersebar di Kampung Buyung-Buyung, Labanan Jaya, Melati Jaya, dan Merancang Ulu.
Kualitas tanah di Kabupaten Berau dinilai sangat mumpuni untuk pengembangan komoditas unggulan seperti padi dan jagung. Ketersediaan lahan yang luas menjadi modal utama Berau sebagai lokasi rujukan program nasional.
Terdapat kendala serius mengenai struktur demografi tenaga kerja pertanian yang kini didominasi oleh kalangan lanjut usia. Minimnya keterlibatan penduduk usia produktif menjadi tantangan dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan lahan sawah baru.
Upaya edukasi melalui tenaga penyuluh lapangan dilakukan secara rutin guna meningkatkan partisipasi warga dalam sektor agribisnis. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi terhadap penurunan jumlah sumber daya manusia pertanian.
Pernyataan resmi terkait kendala lapangan dalam upaya regenerasi tenaga kerja sektor pangan disampaikan oleh perwakilan pemerintah daerah saat meninjau lokasi penanaman bibit di wilayah Kampung Labanan Jaya.
“Penyuluhan kepada masyarakat terus kita lakukan secara intensif. Namun, respons dari petani muda masih tergolong rendah,” ujar Gamalis, dikutip dari laman Prokopim, Jumat (24/04/2026).
Pemerintah daerah melakukan pemetaan ulang terhadap potensi lahan tidur yang dapat dikonversi menjadi area persawahan produktif. Fokus pengembangan saat ini mengutamakan kampung-kampung dengan ketersediaan sumber air yang stabil bagi irigasi.
Aktivitas tanam serentak di Labanan Jaya menjadi motor penggerak bagi petani di wilayah sekitarnya untuk memulai masa tanam. Penyerapan bantuan sarana produksi pertanian disalurkan langsung guna mendukung operasional lahan cetak sawah.
Social Footer