Breaking News

Jawa Tengah Surplus 900 Ribu Ton Beras, Produksi Januari–April 2026 Melimpah

 

(Foto: Jateng Prov- Genkebun.com)

Semarang, GENKEBUN.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan stabilitas pangan wilayah terjaga menyusul capaian surplus beras yang mencapai 900 ribu ton pada kuartal pertama tahun 2026 akibat produksi padi melimpah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dinaspertan) Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares, menyebut estimasi produksi Gabah Kering Giling (GKG) periode Januari hingga Maret mencapai 3,35 juta ton setelah melalui proses konversi kebutuhan konsumsi.

Dalam pertemuan resmi bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak terkait, Frans menekankan pentingnya pengawasan alur logistik hasil panen agar stok pangan lokal tetap kuat memenuhi kebutuhan cadangan pemerintah daerah.

“Secara produksi kita surplus. Tantangannya sekarang adalah bagaimana distribusi dan tata kelolanya, agar pasokan tetap di Jawa Tengah dan mendukung penguatan cadangan,” ujar Frans, dikutip dari laman Jateng Prov, Senin (20/04/2026).

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jateng, Sri Muniati, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memacu volume pengadaan gabah harian guna mengejar target serapan setara beras sebesar 515.722 ton pada tahun ini.

“Rata-rata serapan saat ini sekitar 3.000 ton per hari. Untuk mencapai target tahunan, diperlukan percepatan hingga sekitar 3.900 ton per hari,” ujarnya di Semarang saat memberikan laporan realisasi serapan gabah petani.

Selain fokus pada komoditas utama beras, Bulog Jateng mengelola berbagai produk pangan strategis lainnya guna menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat luas. Berikut adalah rincian stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP):

  • Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 344.312 ton.

  • Stok jagung pipil kering berjumlah 8.103 ton.

  • Persediaan minyak goreng total 3.530.273 liter.

Realisasi penerimaan Minyakita bahkan telah menyentuh angka 6.099.616 liter, atau setara 90,06 persen dari total rencana pengadaan. Keberhasilan serapan ini mendukung stabilitas harga minyak goreng rakyat di pasar tradisional Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan arahan khusus agar tim satgas pangan daerah tetap waspada memantau pergerakan harga komoditas pokok di tingkat pasar konsumen maupun pada level petani produsen.

“Kita tidak boleh terlena. Jangan sampai terlena soal kenaikan harga. Segera intervensi agar tidak ada fluktuasi harga tinggi,” tegas Luthfi saat memberikan instruksi kepada jajaran dinas terkait untuk menjaga inflasi daerah.

Data menunjukkan harga gabah tingkat petani berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp7.000 per kilogram. Angka tersebut melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga memberikan keuntungan ekonomi langsung bagi para petani lokal.

Stabilitas pasokan diperkuat dengan kontribusi industri pengolahan padi melalui program Mitra Pengadaan Pangan (MPP). Kerja sama ini memastikan pemenuhan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan beras tetap berada pada level aman.

Type and hit Enter to search

Close