![]() |
| (Foto: UMKM- Genkebun.com) |
Sumatera utara, GENKEBUN.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memacu promosi produk lokal melalui agenda ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 di Pelabuhan Belawan, Medan, guna memperluas akses pasar ekspor komoditas unggulan.
Ajang internasional yang berlangsung saat persinggahan kapal latih Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), KRI Bima Suci, ini menjadi sarana strategis bagi pengusaha daerah untuk bersaing pada level global.
Dilansir dari laman UMKM, Rabu (22/04/2026), sektor usaha kecil ini memberikan kontribusi ekonomi sebesar 46,51 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara pada periode tahun 2025 yang lalu.
Langkah penguatan ekonomi daerah tersebut didukung keberadaan sekitar 2 juta unit usaha serta adopsi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang saat ini telah menjangkau 1,4 juta pelaku.
Pemerintah melakukan penguatan hilirisasi pada berbagai komoditas utama perkebunan sebagai upaya menciptakan nilai tambah produk lokal. Fokus pengembangan mencakup beberapa sektor kunci yang memiliki potensi pasar tinggi di luar negeri, yaitu:
Pengolahan biji kopi mentah menjadi produk turunan siap konsumsi.
Peningkatan kualitas hasil olahan kakao untuk kebutuhan industri pangan.
Pengembangan produk hilir kelapa sawit yang memiliki standar mutu internasional.
Pemanfaatan infrastruktur publik melalui kolaborasi bersama TNI AL menghadirkan ruang promosi inovatif di Dermaga 104 Ujung Baru. Area pameran di kawasan Komando Daerah Maritim (Kodamar) I Belawan menampilkan beragam produk pengusaha lokal.
Produk yang tersedia mencakup sektor fesyen, aksesoris, hingga makanan dan minuman berbasis kearifan lokal. Seluruh barang yang dipamerkan mencerminkan kekayaan budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah yang siap dipasarkan ke kancah mancanegara.
Selain kegiatan di pelabuhan, dukungan promosi meluas hingga agenda Manasik Haji Akbar ke-15 di Asrama Haji Medan. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 1.600 calon jemaah haji sebagai target pasar potensial produk lokal.
Pada lokasi tersebut, sebanyak 10 pengusaha memamerkan produk makanan, minuman, serta busana muslim. Fasilitasi ini bertujuan memperkuat ekosistem usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan haji serta umrah bagi masyarakat Sumatera Utara.
Sinergi lintas instansi juga melibatkan Kementerian Haji dan Umrah serta Bank Sumut untuk memperluas jangkauan pasar. Kolaborasi ini memperkuat rantai pasok produk lokal bagi jemaah yang akan berangkat menuju tanah suci.
Proses hilirisasi komoditas unggulan daerah menjadi mesin penggerak utama bagi peningkatan daya saing nasional. Transformasi dari bahan mentah menjadi produk olahan meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai pemain aktif dalam perdagangan komoditas internasional.
Integrasi antara teknologi digital dan optimalisasi sumber daya alam perkebunan menciptakan fondasi ekonomi yang kokoh. Upaya ini memastikan pelaku usaha di daerah mampu tumbuh secara konsisten melalui pemanfaatan peluang kerja sama global.

Social Footer