Breaking News

Gandeng Ahli Australia, Kementan Benahi Tata Kelola Air di Lahan Rawa Dadahup

 

(Foto: Kementan- Genkebun.com)

Jakarta, GENKEBUN.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan tenaga ahli Australia guna membenahi sistem irigasi lahan rawa di kawasan Dadahup, Kalimantan Tengah, demi meningkatkan produksi pangan nasional pada akhir Mei 2026.

Langkah strategis ini mencakup peninjauan langsung ke area cetak sawah produktif. Fokus utama kerja sama lintas negara tersebut adalah melakukan modernisasi tata kelola air agar lahan rawa semakin optimal bagi pertanian.

Penasihat Pertanian Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Andrew O’Sullivan, menjelaskan bahwa kehadiran tim ahli merupakan respon terhadap fokus besar pemerintah Indonesia dalam mengoptimalkan potensi sumber daya air di wilayah Kalimantan.

“Kami melihat ketertarikan besar dari Menteri Amran dalam memperdalam pengelolaan air, khususnya di Kalimantan. Karena itu, kami membawa para ahli untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Andrew, dikutip dari laman Kementan, Jumat (1/05/2026).

Dua pakar asal Australia, George Warne dan Emily Davies, melakukan evaluasi teknis serta diskusi mendalam. Keduanya melihat potensi besar yang bisa dipacu melalui peningkatan efisiensi serta adaptasi pada sistem pengairan.

“Banyak yang sudah berjalan baik, tetapi ada beberapa aspek yang bisa diperkuat. Perbaikan ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas,” ungkap George Warne saat memberikan keterangan teknis mengenai hasil peninjauan di lapangan.

Pemerintah memprioritaskan beberapa wilayah utama dalam agenda pengembangan lahan rawa ini. Berikut adalah sejumlah lokasi yang menjadi sasaran utama dalam koordinasi teknis bersama para ahli internasional guna memperkuat ketahanan pangan:

  • Kawasan cetak sawah Dadahup

  • Kawasan pengembangan lahan Anjir

  • Sistem irigasi tersier Kalimantan Tengah

Sinergi ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (KPU), hingga jajaran pemerintah daerah. Keterlibatan berbagai instansi sangat krusial agar seluruh sistem distribusi air dapat berfungsi secara terpadu dari hulu.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Lahan dan Irigasi, Dhani Gartina, menyatakan bahwa masukan teknis dari pihak Australia memberikan perspektif baru. Hal ini penting untuk menyusun standar operasional prosedur pengelolaan irigasi tersier.

“Melalui kunjungan ini, kami memperoleh alternatif rekomendasi tata kelola irigasi, khususnya untuk pengembangan sistem irigasi tersier agar produksi dan produktivitas padi di lahan rawa meningkat,” jelas Dhani Gartina terkait hasil koordinasi tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa penguatan infrastruktur pengairan merupakan variabel utama penentu keberhasilan panen. Kebijakan teknis pada sektor lahan ini bergerak selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Implementasi rekomendasi teknis segera dilakukan pada saluran air di lokasi terdampak. Tim gabungan tetap melakukan pemantauan berkala guna memastikan debit serta kualitas distribusi air tetap terjaga bagi kebutuhan para petani.

Type and hit Enter to search

Close