
(Foto: protal Berita- Gekebun.com)
Lumajang, GENKEBUN.COM – Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi memulai transformasi sistem produksi pertanian berbasis teknologi presisi melalui penyerahan alat dan mesin pertanian modern kepada Brigade Pangan di halaman kantor dinas setempat, Selasa (14/04/2026).
Langkah reformasi struktural ini melibatkan pendistribusian satu unit pesawat tanpa awak atau drone pertanian serta dua unit mesin pemanen kombinasi. Upaya tersebut menyasar peningkatan efisiensi kerja dari sektor hulu hingga hilir.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan instruksi khusus agar pemanfaatan teknologi ini mampu mengubah pola budidaya konvensional menjadi lebih adaptif. Beliau menekankan pentingnya perubahan nyata pada sistem manajemen produksi di tingkat petani.
“Modernisasi tidak boleh berhenti pada distribusi alat, tetapi harus memastikan perubahan nyata pada sistem produksi dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Bunda Indah, dikutip dari laman Protal Berita, Selasa (14/04/2026).
Pemanfaatan mesin pemanen kombinasi atau combine harvester menjadi solusi teknis untuk mengatasi masalah kehilangan hasil saat panen. Teknologi ini secara otomatis menekan angka kebocoran produksi yang selama ini membebani pendapatan para petani.
Optimalisasi hasil panen melalui mekanisasi dianggap jauh lebih efektif dibandingkan sekadar melakukan perluasan lahan tanam. Sementara itu, kehadiran drone pertanian memperkenalkan sistem pemupukan dan penyemprotan pestisida yang lebih akurat sesuai kondisi spesifik lahan.
Implementasi teknologi presisi ini membawa beberapa manfaat strategis bagi keberlanjutan sektor pangan di Kabupaten Lumajang:
Efisiensi penggunaan input produksi seperti pupuk dan obat-obatan pertanian.
Pengendalian biaya operasional melalui pengurangan penggunaan tenaga kerja manual secara masif.
Penerapan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Yang kita bangun bukan sekadar alat, tetapi ekosistem, mulai dari SDM, kelembagaan, hingga tata kelola agar teknologi benar-benar memberikan dampak ekonomi,” cetus Bupati saat menjelaskan urgensi penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Brigade Pangan kini mengemban tanggung jawab baru sebagai manajer sistem yang bertugas mengatur jadwal penggunaan alat serta memastikan perawatan rutin. Kemampuan tata kelola lembaga menjadi kunci utama agar bantuan tersebut tidak menjadi aset pasif.
Transformasi paradigma dari pertanian berbasis tenaga kerja fisik menuju pertanian berbasis manajemen data mulai terlihat. Petani kini didorong menjadi pengambil keputusan yang cerdas dengan dukungan perangkat teknologi yang tersedia di lapangan.
Pemerintah daerah meyakini masuknya inovasi ini dapat memicu regenerasi petani dengan menarik minat generasi muda. Pertanian modern yang produktif dan efisien diproyeksikan menjadi sektor yang menjanjikan bagi pelaku usaha muda.
Sektor pertanian saat ini memberikan kontribusi sebesar 32 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lumajang. Penguatan sistem produksi melalui mekanisasi terukur menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan daerah.
Social Footer