![]() |
| (Foto: PTPN- Genkebun.com) |
Jakarta, GENKEBUN.COM – Perusahaan Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) sukses mencatatkan lonjakan realisasi Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 2.287 hektare di Jakarta hingga Februari 2026.
Capaian impresif pada awal tahun ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren positif tersebut menjadi bagian dari transformasi produktivitas perkebunan sawit rakyat di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari pendampingan intensif kepada petani. Beliau menekankan peran aktif perusahaan sebagai kepanjangan tangan negara dalam sektor perkebunan.
"Realisasi 2.287 Ha di dua bulan pertama tahun 2026 ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui PalmCo, untuk terus berada di garis depan mendampingi petani sawit kita," ujar Jatmiko, dikutip dari laman ptpn, Selasa (28/04/2026).
Pihak manajemen melakukan berbagai langkah taktis untuk memastikan kelancaran administrasi di lapangan. Fokus utama terletak pada percepatan eksekusi program guna menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai sejak tahun sebelumnya.
"Strategi akselerasi yang kami inisiasi berjalan pada jalur yang tepat. Kami memangkas hambatan birokrasi di lapangan, bergerak lebih cepat, dan tentunya semakin efisien dalam mengeksekusi program bersama instansi terkait," ujarnya.
Akselerasi program PSR bertujuan mengganti tanaman tua milik masyarakat dengan bibit unggul bersertifikat. Berikut adalah beberapa faktor kunci yang mendorong keberhasilan pencapaian target awal tahun pada perkebunan sawit rakyat tersebut:
Penerapan strategi jemput bola melalui sosialisasi proaktif langsung ke sentra-sentra perkebunan rakyat.
Pendampingan intensif proses pemberkasan administrasi bagi para petani sawit swadaya di berbagai wilayah.
Sinergi kuat dengan Direktorat Jenderal Perkebunan serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Implementasi standar budidaya kelapa sawit yang baik untuk menjamin produktivitas hasil panen masa depan.
Banyak lahan milik masyarakat saat ini mengalami stagnasi produktivitas akibat penggunaan benih tidak bersertifikat. PalmCo mengambil peran penting dalam memastikan petani mendapatkan akses dana pendanaan untuk proses peremajaan secara tepat sasaran.
Jatmiko memaparkan bahwa tanggung jawab perusahaan melampaui sekadar urusan administrasi keuangan semata. Pengawalan tata kelola perkebunan yang baik menjadi pondasi utama bagi keberlangsungan industri minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
"Transformasi perkebunan sawit rakyat adalah kunci mutlak untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia di pasar global. Kami di PalmCo tidak hanya fokus membantu proses percepatan administrasi Rekomtek hingga dana cair. Tanggung jawab kami lebih jauh dari itu, yakni mengawal implementasi Good Agricultural Practices (GAP) di lapangan," ujarnya.
Kolaborasi multi-pihak antara pemerintah pusat, daerah, serta asosiasi petani menjadi tulang punggung keberhasilan program. Momentum ini dipercaya mampu memberikan efek ganda yang menggerakkan roda perekonomian di kawasan pedesaan secara luas.
Keberhasilan program PSR sangat krusial dalam mengamankan pasokan minyak goreng nasional di masa mendatang. PTPN IV PalmCo tetap mengedepankan efisiensi operasional guna meningkatkan taraf kesejahteraan petani sawit di seluruh penjuru nusantara.

Social Footer