![]() |
| (Foto: BRMP- Genkebun.com) |
Subang, GENKEBUN.COM – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melaksanakan panen raya padi seluas 300 hektare di Sukamandi, Subang, Senin (20/4/2026), dengan menerapkan sistem adaptasi teknologi modern asal Arkansas, Amerika Serikat.
Penerapan metode Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) tersebut memicu lonjakan produktivitas hingga di atas 8,5 ton per hektare. Angka ini melampaui rata-rata hasil panen lokal yang biasanya hanya 5-6 ton.
Sekretaris BRMP, Husnain, menjelaskan bahwa tantangan utama pada musim tanam kali ini berkaitan erat dengan anomali cuaca ekstrem. Kondisi iklim yang kurang bersahabat sempat memberikan pengaruh teknis terhadap pertumbuhan tanaman padi.
"Di kawasan BRMP Padi beberapa waktu kemarin curah hujannya sangat tinggi yang disertai angin kencang, sehingga sebagian pertanaman kita menjadi rebah," ujar Husnain, dikutip dari laman BRMP, Senin (20/04/2026).
Meskipun menghadapi kendala cuaca, efisiensi penggunaan input produksi dan ketepatan waktu tanam menjadi indikator keberhasilan sistem baru ini. Hasil ubinan membuktikan bahwa teknologi terukur mampu menjaga stabilitas hasil gabah di lapangan.
"BRMP memiliki Satuan Kerja di seluruh Indonesia, dan kami akan menjadikan keberhasilan di Sukamandi ini sebagai pilot project untuk direplikasi di berbagai daerah dengan penyesuaian karakteristik wilayah masing-masing," ujarnya.
Sistem PM-AAS mengintegrasikan berbagai aspek teknis guna menciptakan transformasi sistem pertanian secara menyeluruh. Keberhasilan di Kabupaten Subang ini akan segera dikembangkan ke wilayah lain melalui sinergi kementerian dengan pemerintah daerah.
Berikut adalah pilar utama pengembangan teknologi PM-AAS yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat guna mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional:
Penggunaan varietas unggul adaptif tanam benih langsung.
Mekanisasi pertanian dan optimalisasi alat mesin pertanian.
Pemanfaatan smart farming berbasis teknologi digital terpadu.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menyatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi elemen krusial dalam keberlanjutan program. Inovasi teknologi harus dibarengi dengan pemahaman teknis yang mendalam bagi para pelaku utama.
“Kami ingin memastikan bahwa modernisasi pertanian ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar terimplementasi dan memberikan dampak nyata,” ujarnya saat memberikan keterangan pers terkait hasil panen raya di Sukamandi.
Implementasi sistem pertanian modern ini merupakan langkah strategis guna memposisikan Indonesia sebagai kekuatan utama sektor pertanian global. Penggunaan benih bermutu dan mekanisasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing petani nasional.
Keberhasilan di Sukamandi membuktikan bahwa adopsi teknologi dunia mampu memberikan solusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi. Pemerintah pusat kini menyiapkan peta jalan perluasan sistem tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.

Social Footer