Pemanfaatan ini dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei yang dikembangkan oleh Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama PTPN III. Pembangkit tersebut memanfaatkan Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair yang berasal dari proses pengolahan kelapa sawit.
Dalam operasionalnya, sekitar 790 meter kubik limbah cair sawit setiap hari dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. Biogas yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik berkapasitas 2,4 megawatt (MW).
Dari proses tersebut, sekitar 22.000 meter kubik biogas dapat dihasilkan dan dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan listrik perusahaan yang berada di kawasan KEK Sei Mangkei. Saat ini, energi dari PLTBg tersebut memasok sekitar lima persen kebutuhan listrik perusahaan di kawasan tersebut.
Pemanfaatan POME menjadi biogas memberikan fungsi lain bagi limbah cair yang sebelumnya harus melalui proses pengolahan. Melalui teknologi tersebut, limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber energi terbarukan.
Pengembangan energi terbarukan di kawasan ini juga tidak hanya berasal dari limbah sawit. Pertamina NRE turut mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 MW. Jika digabungkan dengan PLTBg, energi terbarukan tersebut telah memasok sekitar 10 persen kebutuhan listrik perusahaan di KEK Sei Mangkei.
Pemanfaatan limbah sawit menjadi energi juga menunjukkan adanya peluang penerapan ekonomi sirkular dalam industri perkebunan. Artinya, material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah kembali sehingga memiliki manfaat dan nilai guna.
Langkah ini menjadi salah satu contoh bagaimana hasil samping dari industri kelapa sawit dapat dikembangkan menjadi sumber energi, sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan di kawasan industri.
Social Footer