![]() |
| Sinergi BPDP bersama Asosiasi SAMADE saat melaksanakan lokakarya teknik budidaya di Kota Jambi pada Senin (11/05/2026). (Foto: BPDP) |
Jambi, GENKEBUN.COM – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade) menyelenggarakan lokakarya teknis optimalisasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Jambi pada 11 hingga 12 Mei 2026 kemarin.
Provinsi Jambi dipilih menjadi lokasi strategis kegiatan ini mengingat wilayah tersebut memiliki luasan lahan gambut yang sangat signifikan. Penguatan tata kelola pada sektor hulu menjadi prioritas utama penyelenggara saat ini.
Dilansir dari laman BPDP, Rabu (20/05/2026), agenda yang diikuti puluhan petani swadaya ini memfokuskan pembenahan teknis budidaya kelapa sawit di atas lahan gambut yang tersebar luas di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Peningkatan kompetensi teknis petani swadaya menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan industri sawit nasional. Kegiatan edukasi praktis ini menyasar langsung kendala keterbatasan akses teknologi bagi pekebun swadaya lokal.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Samade Jambi menghadirkan sejumlah pakar keahlian khusus. Para ahli membedah secara mendalam mengenai tata kelola lapangan, teknik pemupukan efisien, hingga penggunaan formula herbisida ramah lingkungan.
Penyelesaian hambatan teknis di lapangan menjadi kunci utama kelancaran program peremajaan. Hambatan administratif serta kendala lapangan seringkali menghambat penyerapan dana bantuan peremajaan sawit rakyat yang dikucurkan pemerintah.
Kelancaran realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sarana prasarana (sarpras) menopang target ketahanan energi nasional. Produktivitas hulu yang tinggi menyokong kebutuhan implementasi kebijakan bahan bakar nabati jenis B50.
Kebutuhan minyak kelapa sawit mentah domestik kian meningkat pesat akhir-akhir ini. Optimalisasi lahan gambut Jambi menjadi solusi konkret guna memenuhi pasokan dalam negeri sekaligus menekan volume impor bahan bakar diesel.
Selain fokus pembenahan sektor hulu, kolaborasi ini membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kerja sama diperluas guna meningkatkan kapasitas produksi serta membuka akses pemasaran produk turunan perkebunan.
Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan lokakarya sinergis ini. Langkah bersama ini dinilai membantu instansi daerah mengedukasi masyarakat mengenai tata cara perawatan kebun yang benar.
Edukasi mengenai penggunaan varietas bibit unggul menjadi materi penting bagi pekebun swadaya. Penerapan teknik budidaya yang tepat pada lahan marjinal berfungsi sebagai motor utama penggerak perekonomian masyarakat pedesaan.
Sinergi intensif antara lembaga pengelola dana perkebunan, asosiasi pekebun, dan pemerintah daerah memacu produktivitas sawit. Peningkatan produksi kelapa sawit Jambi secara berkelanjutan memperkuat daya saing sektor perkebunan nasional.(*)

Social Footer