Breaking News

Pacu Ekonomi Kreatif, Desa Songgon Banyuwangi Gelar Festival Durian Unggulan Lokal

(Foto:banyuwangikab)

Banyuwangi, GENKEBUN.COM – Pemerintah Desa Songgon menggelar Festival Durian Unggulan Lokal guna memacu pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus mempromosikan kekayaan hasil perkebunan rakyat kepada wisatawan di lereng Gunung Raung, Banyuwangi, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan tahunan ini menampilkan puluhan varietas durian khas yang hanya tumbuh di lahan subur wilayah setempat. Pengunjung dapat menikmati sensasi makan buah langsung di bawah rimbunnya pohon pada area hutan rakyat.

Seorang pejabat daerah memberikan tanggapan positif terhadap langkah mandiri perangkat desa dalam mengelola aset agrowisata secara profesional. Kehadiran acara ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Ini patut kita apresiasi bagaimana desa berinisiasi mengangkat potensinya lewat cara kreatif seperti festival durian ini,” ujar Pejabat, dikutip dari laman banyuwangikab, Rabu (15/04/2026).

Pihak pemerintah kabupaten menilai bahwa skema promosi berbasis budaya dan kuliner efektif dalam menarik minat investor sektor pariwisata. Inovasi desa dalam mengemas potensi pertanian menjadi daya tarik wisata merupakan langkah strategis.

“Ini merupakan bentuk inovasi sekaligus kreatifitas yang membanggakan dan patut diteladani oleh desa-desa lainnya dalam upaya mempromosikan potensi lokal masing-masing,” ujarnya menjelaskan pentingnya replikasi program serupa di wilayah lain.

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi menunjukkan bahwa Songgon merupakan salah satu lumbung durian terbesar di Jawa Timur. Berikut adalah beberapa keunikan durian asli dari wilayah Desa Songgon:

  • Memiliki tekstur daging buah yang sangat tebal dengan perpaduan rasa manis dan sedikit pahit.

  • Aroma buah yang kuat serta warna daging kuning mentega yang sangat menggoda selera para penikmat.

  • Varietas durian merah yang menjadi ikon langka dan hanya berbuah pada musim-musim tertentu secara alami.

Seorang petani lokal menjelaskan kondisi terkini mengenai ketersediaan stok buah di pasar rakyat akibat pengaruh iklim global. Penjelasan teknis mengenai siklus panen diberikan agar para pengunjung memahami jadwal ketersediaan komoditas tersebut.

“Saat ini kami sedang panen raya. Produksi panen pada tahun ini menurun sedikit, sekitar 70 persen dari tahun lalu karena faktor cuaca. Untuk durian asli Songgon masih bisa dijumpai sampai akhir April, setelahnya mungkin sudah banyak berkurang karena masa panennya akan habis,” ujarnya.

Pemerintah daerah memberikan fasilitas infrastruktur jalan menuju area perkebunan guna mempermudah aksesibilitas kendaraan para wisatawan. Perbaikan jalur distribusi juga membantu petani dalam mengirim hasil panen menuju pusat kota dengan lebih cepat.

Transaksi ekonomi selama pelaksanaan festival tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa bagi para pelaku usaha kecil. Penguatan identitas sebagai desa penghasil durian unggul memperkokoh posisi Songgon dalam peta agrowisata nasional.(*)

Type and hit Enter to search

Close