Breaking News

Harga Getah Pinus Maret 2026 Naik 4,88 Persen Menjadi USD 903 per MT

    Ilustrasi genkebun

Jakarta, GENKEBUN.COM – Harga referensi komoditas getah pinus pada periode Maret 2026 resmi ditetapkan mengalami kenaikan sebesar 4,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga kini menyentuh level USD 903 per metrik ton.

Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan bahan baku dari negara produsen utama akibat faktor cuaca yang menghambat proses penyadapan. Kenaikan tersebut memberikan angin segar bagi para petani serta pelaku industri pengolahan.

Dilansir dari laman Kementerian Perdagangan (KEMENDAG), Kamis (19/03/2026), harga patokan untuk getah pinus mengalami penguatan signifikan hingga mencapai USD 903 per metrik ton menyusul pergerakan positif harga komoditas pada pasar internasional saat ini.

Kementerian Perdagangan (KEMENDAG) merilis pembaruan harga ini guna memberikan kepastian bagi para eksportir dalam melakukan transaksi perdagangan luar negeri. Kebijakan tersebut tertuang dalam peraturan terbaru mengenai harga patokan ekspor produk hasil hutan.

Kenaikan harga ini diperkirakan akan memicu peningkatan volume ekspor dari sentra produksi di Jawa dan Sumatera. Pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian strategi kontrak guna mengantisipasi perubahan margin keuntungan pada periode berjalan.

Beberapa faktor teknis yang memengaruhi penetapan harga baru ini melibatkan analisis pasar global serta ketersediaan stok di gudang penyimpanan domestik. Berikut adalah poin penting mengenai perkembangan harga komoditas hasil hutan periode Maret:

  • Kenaikan persentase harga getah pinus sebesar 4,88 persen secara bulanan.

  • Nilai nominal harga acuan yang kini berada pada level USD 903 per metrik ton.

  • Peningkatan permintaan dari industri perekat dan cat di kawasan Asia Timur.

Otoritas perdagangan melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas harga agar tidak merugikan industri hilir di dalam negeri. Keseimbangan antara ekspor bahan mentah dan kebutuhan pabrik pengolahan domestik menjadi prioritas utama pemerintah.

Perusahaan Umum Perhutanan Negara (Perum Perhutani) selaku pengelola utama lahan pinus di Indonesia melaporkan adanya peningkatan produktivitas pada awal tahun ini. Penyesuaian harga pasar global diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para penyadap getah.

Pasar Eropa dan Tiongkok tetap menjadi tujuan utama pengiriman produk turunan pinus seperti gondorukem dan terpentin. Kualitas getah pinus asal Indonesia yang memiliki kadar kemurnian tinggi menjadikannya pilihan utama bagi produsen kimia.

  • Penguatan nilai tukar mata uang asing yang memberikan dampak positif pada nilai ekspor.

  • Standarisasi mutu produk yang semakin ketat untuk menembus pasar negara maju.

  • Efisiensi rantai distribusi dari hutan menuju pelabuhan pengiriman utama nasional.

Pemerintah menjadwalkan evaluasi berkala setiap bulan untuk merespons fluktuasi harga komoditas yang terjadi di bursa internasional. Langkah antisipatif ini diambil guna melindungi kepentingan ekonomi nasional dari risiko ketidakpastian pasar global yang dinamis.

Administrasi dokumen ekspor kini telah terintegrasi melalui sistem digital guna mempercepat proses pengiriman barang ke luar negeri. Transparansi harga referensi ini membantu pelaku usaha dalam menghitung kewajiban pajak ekspor secara akurat.

Kinerja positif sektor hasil hutan bukan kayu ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap perolehan devisa negara. Pemerintah mendukung penuh upaya peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi produk getah pinus menjadi berbagai komoditas industri.(*)

Type and hit Enter to search

Close