![]() |
| Kementerian Pertanian RI dalam pengembangan kawasan pertanian padi di Merauke, Papua pada Kamis (20/8/2026). (Foto: Kementan RI) |
GENKEBUN.COM – Produktivitas padi di sejumlah wilayah Papua meningkat seiring pengembangan lahan pertanian dan penerapan teknologi modern dalam kegiatan budidaya hingga panen.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari pembangunan kawasan pertanian Papua yang mencakup cetak sawah, optimalisasi lahan, penyediaan sarana produksi, pembangunan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Dilansir dari laman Kementan RI, hingga 2026 pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.
Secara keseluruhan, kawasan pengembangan pertanian Papua telah mencapai 137.429 hektare yang tersebar di Papua Selatan, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Pegunungan.
Papua Selatan menjadi wilayah dengan pengembangan terbesar, mencakup 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan dalam pengembangan kawasan pertanian.
Pengembangan lahan tersebut turut meningkatkan indeks pertanaman di Merauke dari 1,05 menjadi sekitar 1,82 hingga 2,00. Kondisi ini membuat penanaman padi dapat dilakukan hingga dua kali dalam setahun.
Peningkatan indeks pertanaman tersebut diikuti kenaikan produktivitas padi. Sebelumnya, hasil panen berada pada kisaran tiga ton per hektare, sedangkan sejumlah lokasi kini mencapai empat hingga tujuh ton per hektare.
Kenaikan produktivitas itu juga diikuti bertambahnya luas panen, produksi beras, dan pendapatan petani di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari pengembangan pertanian Papua.
Penerapan teknologi modern turut memperkuat pengembangan pertanian Papua. Drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, traktor, dan alat mesin pertanian lainnya digunakan untuk pengolahan lahan hingga panen.
Pemanfaatan mekanisasi tersebut mendukung berbagai tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen padi di kawasan pertanian Papua.
Selain mekanisasi, pemerintah memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul, pupuk, irigasi, serta pendampingan petani untuk mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan kawasan pertanian.
Khusus Papua Selatan, pemerintah mengalokasikan bantuan senilai Rp1,33 triliun pada 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan lahan dan irigasi, alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, serta subsektor pertanian.
Alokasi tersebut menjadi bagian dari anggaran sekitar Rp5 triliun yang disediakan pemerintah dalam dua tahun terakhir untuk pembangunan sektor pertanian di Papua.
Pengembangan pertanian Papua juga disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui penguasaan teknologi pertanian dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan produksi di wilayah masing-masing.(*)
.jpg)
Social Footer