Langkah strategis ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur penunjang logistik untuk mempermudah distribusi produk olahan kelapa sawit dan karet menuju pasar global. Transformasi ini menjadi pilar utama dalam mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Pejabat berwenang menjelaskan rencana besar pembangunan aksesibilitas menuju pusat industri terpadu guna menarik minat investor berskala internasional. Integrasi antara pelabuhan dan kawasan industri menjadi prioritas utama dalam dokumen perencanaan tahunan.
“Rencana Pelabuhan Internasional Mekar Putih, di mana juga terdapat beberapa industri, menjadi gambaran dari Kawasan Ekonomi Khusus yang sedang kami dorong saat ini. Salah satu yang kami bangun adalah jembatan menuju pelabuhan yang direncanakan ke depan. Nilai investasinya diperkirakan hampir Rp40 triliun untuk Kawasan Ekonomi Khusus, sedangkan untuk jembatannya sekitar Rp6 triliun,” ujar Pejabat, dikutip dari laman Setjen Denas KEK, Rabu (29/04/2026).
Pihak Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Setjen Denas KEK) memberikan apresiasi atas performa pertumbuhan investasi pada salah satu titik kawasan industri baru di Kalimantan Selatan. Capaian ini menjadi tolok ukur keberhasilan daerah.
“Hal yang cukup luar biasa juga ditunjukkan oleh KEK Setangga. Meskipun terhitung sebagai salah satu KEK baru, KEK Setangga telah menjadi salah satu penyumbang 10 besar investasi di KEK,” ujarnya.
Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di provinsi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem industri hilir yang kompetitif. Berikut merupakan beberapa poin utama dalam peta jalan penguatan kawasan industri terpadu di wilayah Kalimantan Selatan:
Pembangunan pabrik pengolahan turunan minyak sawit mentah menjadi produk jadi seperti kosmetik, bahan pangan, hingga bahan bakar nabati guna memaksimalkan potensi lahan perkebunan lokal yang luas.
Penyediaan fasilitas gudang berpendingin serta pusat pengemasan standar ekspor di sekitar pelabuhan internasional untuk menjaga kualitas komoditas perkebunan selama proses distribusi menuju negara tujuan di Benua Asia.
Penerapan sistem perizinan satu pintu bagi para pelaku usaha nasional maupun asing yang ingin menanamkan modal pada sektor manufaktur berbasis sumber daya alam hayati di kawasan penyangga industri.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait aktif melakukan verifikasi teknis terhadap usulan pembentukan wilayah industri baru di kabupaten potensial. Kepatuhan terhadap standar lingkungan serta kesiapan lahan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Denas KEK menyatakan dukungan penuh terhadap ekspansi zona ekonomi di Kalimantan Selatan selama seluruh regulasi administratif dipenuhi secara transparan. Kepastian hukum menjadi faktor krusial dalam menjamin keamanan investasi jangka panjang.
“Kami tidak akan ragu jika segala persyaratan sudah dilengkapi dan dipenuhi. Jadi, kami tetap mendukung KEK baru di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Data statistik menunjukkan bahwa peningkatan investasi di sektor hilir perkebunan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru bagi ribuan penduduk lokal. Hal ini memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pemberdayaan sumber daya manusia.
Ketersediaan infrastruktur energi serta jaringan telekomunikasi di dalam kawasan terus ditingkatkan guna mendukung digitalisasi operasional pabrik. Keberhasilan hilirisasi ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan produk domestik regional bruto yang lebih stabil.(*)

Social Footer