(Foto: DPMPTSP- Genkebun.com)

Arut Selatan, GENKEBUN.COM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan pengumpulan informasi potensi investasi sektor pertanian pada Senin (06/04/2026). Kegiatan ini menyasar komoditas buah naga kuning.

Tim pendataan mendatangi kebun milik Tanjung di Desa Pasir Panjang sebagai bagian dari pembuatan peta potensi investasi daerah. Langkah tersebut bertujuan memetakan peluang ekonomi baru yang belum banyak tersentuh investor lokal.

Pemilik kebun membagikan pengalaman mengenai masa awal penanaman hingga keberhasilan mencapai fase produksi massal. Ia menjelaskan bahwa tanaman ini memerlukan waktu satu tahun sebelum akhirnya memberikan hasil panen yang stabil.

“Saya mulai menanam buah ini sejak 2023, setahun kemudian baru mulai panen,” ujar Tanjung. “Dari lahan ini, kami panen 4 kali setahun dengan hasil panen sekitar 500 kg tiap kali panen,” ujar Tanjung, dikutip dari laman DPMPTSP, Senin (06/04/2026).

Luas lahan budidaya yang dikelola keluarga Tanjung saat ini kurang dari setengah hektare namun produktivitasnya sangat tinggi. Setiap pohon mampu menghasilkan buah berkualitas premium yang siap dipasarkan ke luar wilayah Arut Selatan.

Beberapa fakta teknis mengenai budidaya buah naga kuning jenis Golden Isis di wilayah Kotawaringin Barat meliputi:

  • Varietas ini memiliki kulit kuning cerah dengan daging buah berwarna putih dan biji hitam.

  • Tingkat kemanisan buah mencapai 18 persen hingga 21,5 persen, jauh melampaui varietas merah.

  • Harga jual di pasar jauh lebih tinggi sehingga memberikan nilai ekonomis yang sangat menguntungkan.

Penata Kelola Penanaman Modal Madya DPMPTSP, Supitri Handayanie, memimpin langsung tim pendataan ke lapangan. Ia menilai buah naga kuning memiliki masa depan cerah karena jarang dibudidayakan oleh petani skala besar.

“Kami akan masukkan budidaya buah naga kuning ini ke dalam peta potensi investasi Kobar agar masyarakat luas dapat mengetahui bahwa tanaman ini cocok tumbuh di Kobar sehingga prospektif mendatangkan investor dari dalam maupun luar negeri,” kata Supitri.

Data tersebut akan segera diunggah ke dalam sistem informasi digital milik pemerintah daerah. Calon pemodal dapat melihat rincian lokasi, luas lahan tersedia, serta proyeksi keuntungan melalui kanal resmi penanaman modal.

Langkah ini diambil guna mendorong diversifikasi komoditas pertanian di Kobar agar tidak hanya terpaku pada sektor perkebunan besar. Keunikan warna dan rasa Golden Isis menjadikannya primadona baru di pasar buah nasional.

Selain aspek budidaya, tim juga memperhatikan proses penjualan hasil panen yang dilakukan secara mandiri oleh petani. Ekosistem usaha yang terbentuk di Desa Pasir Panjang menjadi contoh sukses kemandirian pangan berbasis hortikultura.

Informasi lengkap mengenai peta investasi ini dapat diakses masyarakat umum melalui laman resmi dpmptsp.kotawaringinbaratkab.go.id. Calon investor cukup masuk ke menu investasi untuk melihat data lengkap peluang usaha di seluruh wilayah Kobar.